Kasus Pemerasan

Diduga Peras Aparat Desa, Oknum Warga Ngaku Wartawan di Sinjai Terancam Hukuman 9 Tahun Penjara

Oknum warga yang mengatasnamakan dirinya sebagai wartawan bernama Andi Adi terancam hukuman sembilan tahun penjara.

Polres Sinjai
Oknum warga yang mengatasnamakan wartawan tertangkap polisi. 

TRIBUNSINJAI.COM, SINJAI UTARA - Oknum warga yang mengatasnamakan dirinya sebagai wartawan bernama Andi Adi terancam hukuman sembilan tahun penjara.

Andi Adi ditangkap polisi setelah dilaporkan oleh warga karena melakukan pemerasan kepada aparat Desa Bongki Lengkese, Kecamatan Sinjai Timur, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan.

"Yang bersangkutan berinisial AA ditangkap karena diduga melakukan pemerasan kepada aparat Desa Bonki Lengkese Rp 25 juta. Karena itu dia diancam hukuman sembilan tahun penjara," kata Humas Polres Sinjai AKP Patahuddin, Kamis (25/6/2020).

Dijelaskan bahwa awalnya Tim Saber Pungli Polres Sinjai menerima laporan dari aparat desa, lalu melakukan penyamaran sebagai perangkat desa di Jalan Kelapa, Kelurahan Balangnipa, Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai.

Saat itu, Andi Adi sementara berbicara dengan korban Sekdes Bongki Lengkese, Muhammad Rusli yang menyerahkan uang sejumlah Rp 25 juta. Kemudian pelaku langsung diamankan dengan barang buktinya.

Patahuddin mengungkap modus pelaku mengancam korban akan mengekspose berita melalui media online tentang penggunaan anggaran Desa Bongki Lengkese, apabila tidak menyiapkan sejumlah uang Rp 25 juta.

“Adapun barang bukti yang diamankan berupa uang pecahan Rp 50.000 berjumlah Rp 25 juta, satu unit handpone merek Vivo E12 warna hitam, satu unit handphone merek Lenovo putih, dua buah kartu identitas anggota/ID card pers dan tiga buah stempel," tuturnya.

Oknum tersebut saat ini sedang menjalani tahanan di Mapolres Sinjai dan sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Terpisah Wakil Ketua Jurnalis Peduli Sinjai Lukman Sardi menyayangkan ulah oknum warga tersebut yang merusak nama baik jurnalis di Sinjai.

"Sikap oknum warga itu tentu sangat merusak tugas mulia jurnalis di Sinjai. Atas peristiwa itu agar tidak ada oknum yang mengatasnamakan wartawan dan melakukan pemerasan, polisi harus memproses hukum," jelasnya/

Dia juga meminta aparat Polres Sinjai untuk mendalami seluruh potensi pungutan liar di berbagai tempat di Sinjai tanpa pilih kasih.

Sebelumnya juga sejumlah oknum warga mengatasnamakan wartawan di Sinjai dilaporkan juga melakukan pemerasan. Sejumlah korban itu berasal dari kalangan kepala sekolah di pelosok Sinjai. (*)

Penulis: Samsul Bahri
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved