Departemen Ortodonti FKG Unhas Ciptakan Inovasi Pembelajaran Klinik Secara Teledentistry

Praktek Teledentistry sudah banyak dilakukan dalam praktek swasta atau praktek pribadi.

Istimewa
Ilustrasi praktek Teledentistry yang dikembangkan FKG Unhas di tengah pandemi Covid-19 

TRIBUNTIMURWIKI.COM - Semenjak pemberlakuan Work from Home bagi perguruan tinggi, praktis semua kegiatan pembelajaran klinik terhenti bagi para Dokter Muda atau biasa disebut Co-ass.

Tak ada lagi aktivitas di Rumah Sakit Gigi Mulut (RSGM) yang menjadi pusat pembelajaran klinik bagi Co-ass.

Kondisi ini membuat perawatan Ortodonti di RSGM berhenti total.

Pasien-pasien ortodonti atau kawat gigi tidak bisa menjalani aktivasi alat ortodonti atau kawat giginya.

Hal ini berarti pergerakan gigi tidak terjadi. Dengan kata lain perawatannya tidak berkembang.

Padahal untuk mencapai tujuan perawatan dengan kawat gigi lepasan, alat tersebut harus diperiksa dan atau diaktivasi setiap minggu. Namun faktanya sudah tiga bulan berlalu tanpa proses aktivasi.

Hal tersebut disampaikan Ketua Departemen Ortodonti FKG Unhas, Dr drg Erwansyah MKes SpOrt(K) dalam keterangan resmi yang diterima Tribun Timur, Kamis (25/6/2020).

“Nasib pasien menjadi tidak jelas. Kewajiban operator terhadap perawatan pun jadi tak menentu. Melanjutkan perawatan di tengah pandemi, sungguh tidak mungkin. Ancaman penyebaran Covid-19 sangat nyata,” katanya.

Menurutnya pandemi benar-benar membuat dilema dunia pendidikan.

“Bagai makan buah simalakama. Dimakan bapak mati, tidak dimakan ibu mati,” katanya.

Menahan kelulusan Co-ass dikarenakan tidak bisanya mereka bekerja di klinik (faktor pandemi) merupakan suatu hal yang kurang bijak.

Halaman
1234
Penulis: Nur Fajriani R
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved