OPINI

Melihat Prostitusi dari Sisi Ekonomi dan Politik

Dalam tulisan ini, akan berfokus pada prostitusi sebagai sebuah bisnis ekonomi yang menguntungkan, terutama sisi pendapatan negara.

handover
Muhammad Ridwan LLM 

Oleh: Muhammad Ridwan, LL.M
Menyelesaikan studi di University of California Berkeley. Aktif di lembaga Pegiat Konstitusi dan Hukum (PKH) Sulawesi Selatan.

Aktivitas bisnis ekonomi ilegal merupakan bagian dari kegiatan ekonomi yang melanggar peraturan berlaku yang menyebabkan tidak tercatatnya ke dalam perhitungan pendapatan negara.

Aktivitas tersebut menyebabkan hilangnya potensi pendapatan negara yang besar, terutama dari sektor pajak.

Makin besar peluang aktivitas ekonomi bawah tanah, makin besar pula pendapatan pajak negara yang hilang.

Mengutip Ian Santoso dalam karyanya Sisi Gelap Bisnis Ekonomi Ilegal (2019) menjabarkan bahwa ekonomi ilegal merupakan aktivitas ekonomi yang dilarang di dalam peraturan perundang-undangan.

Pelaksanaan ekonomi ilegal adalah bentuk penyelewengan hukum yang dapat diberi sanksi pidana.

VIDEO: Ricuh di Sengkang Wajo, Polisi Keluarkan Tembakan Peringatan Bubarkan Warga

Dalam tulisan ini, akan berfokus pada prostitusi sebagai sebuah bisnis ekonomi yang menguntungkan, terutama sisi pendapatan negara.

Febrianto dalam karyanya “Negara dalam Bayang-bayang Prostitusi” (2018) mengemukakan bahwa prostitusi merupakan aktivitas hubungan seksual dengan uang sebagai hadiah dari transaksi jual-beli liur.

Dalam bisnis prostitusi juga memberi dampak negatif bagi kondisi kemasyarakatan, kendati di lain sisi juga memiliki potensi memberi kehidupan bagi masyarakat itu sendiri. Utamanya pembangunan bangsa dan negara.

Secara moral, sosial, dan budaya, tindakan hubungan seksual sebagai mata pencaharian tidak dapat dibenarkan.

Halaman
1234
Editor: Jumadi Mappanganro
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved