Tribun Polman

Mahasiswa IAI DDI Polman Unjuk Rasa di Depan Kampus, Ini Tuntutannya

Puluhan mahasiswa mempertanyakan kesiapan kampus IAI DDI Polman menghadapi New Normal, di tengah pandemi dan biaya pembayaran ijazah Rp 300 ribu yang

Ist
Puluhan mahasiswa IAI DDI Polman unjuk rasa di depan kampusnya 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU -- Mahasiswa Institut Agama Islam Darul Dakwah Wal Irsyad (IAI DDI Polman), melakukan aksi unjuk rasa di depan kampusnya, Selasa (23/6/2020).

Puluhan mahasiswa mempertanyakan kesiapan kampus IAI DDI Polman menghadapi New Normal, di tengah pandemi dan biaya pembayaran ijazah Rp 300 ribu yang dinilai memberatkan.

Koordinator Aksi, Nirwahyu mengatakan, saat ini pihak kampus belum siap mengahadapi new normal.

Seperti saat masuk di lingkungan kampus, karena belum tersedianya tempat cuci tangan dan alat pengukur suhu tubuh.

"Kami menganggap kampus belum siap menghadapi new normal pandemi Covid 19. Ini terbukti karena tidak tersedianya tempat cuci tangan dan alat pengukur suhu tubuh saat memasuki lingkungan kampus,"kata Nirwahyu.

Selain menekankan kesiapan kampus menghadapi new normal, puluhan mahasiswa tersebut juga meminta pihak birokrasi kampus mengurangi biaya SPP bagi mahasiswa di tengah pandemi ini.

Seorang alumni yang juga ikut unjuk rasa, Hirma, dalam orasinya mempertanyakan biaya pembayaran ijazah sebesar Rp 300 ribu, yang dinilainya memberatkan alumni terlebih di masa pandemi Covid 19

"Kami mempertanyakan biaya pengambilan ijazah sebesar Rp 300 ribu, karena sangat memberatkan alumni terlebih di masa pandemi Covid-19,"ujarnya.

Dia mengatakan, alokasi pembayaran penyelasaian study sebesar Rp 3,5 Juta yang konon saat ini dibayar, dan sudah termasuk biaya pengambilan ijazah.

Wakil Rektor I Bidang Akademik, Rivai Makduani mengatakan, saat ini kampus juga sementara melakukan persiapan seperti menyiapkan tempat cuci tangan di sisi kiri dan sisi kanan kampus serta di lingkungan masing-masing fakultas.

"Perkuliahan sudah berlangsung selama dua minggu dan kami sudah menyiapkan sarana cuci tangan di sisi kiri dan sisi kanan kampus tapi selalu hilang,"kata dia.

Saat disinggung soal biaya pembayaran ijazah, wakil rektor ini mengatakan hal tersebut berdasarkan hasil keputusan rapat dengan pimpinan kampus.

"Sebenarnya biaya pembayaran ijazah itu setiap tahun ada tergantung kebutuhan lembaga, namun terkadang include dengan uang ujian terkadang juga tidak,"ujarnya.(tribun-timur.com).

Penulis: Nurhadi
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved