Kalla Toyota

Kalla Toyota Bukukan 523 SPK Dalam Tujuh Seri Customer Gathering Online

Kalla Toyota menggelar Customer Gathering Online Series 7, bertema Tips Hidup Sehat, di Era New Normal, Senin (22/6/2020).

Kalla Toyota
West Region General Manager Kalla Toyota, Fery Irawan (menunjuk), didampingi Shobirin dan Fadly Indra Pramudya dari Kalla Toyota sedang menonton jalannya Customer Gathering Online Series 7 yang digelar 22 Juni 2020. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kalla Toyota menggelar Customer Gathering Online Series 7, bertema Tips Hidup Sehat, di Era New Normal, Senin (22/6/2020).

Sekitar 175 pelanggan Kalla Toyota yang tersebar di wilayah Sulsel, Sulbar, Sulteng, dan Sultra hadir dalam perhelatan yang telah menjadi agenda bulanan dari Kalla Toyota ini.

Marketing Manager Kalla Toyota, Aswan Amiruddin mengatakan, new normal ini memaksa kita untuk mengubah pola hidup yang lebih bersih dan sehat.

"Hidup berdampingan dengan pandemi virus bukanlah hal mudah, namun tentu bisa kita lalui. Kalla Toyota hadir memberikan edukasi tentang tips hidup sehat melalui Customer Gathering Online kali ini,” kata Aswan dalam rilisnya ke tribun-timur.com, Selasa (23/6/2020).

Kalla Toyota menghadirkan dua narasumber yakni dr Harun Iskandar yang merupakan dosen Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, dan Direktur RSIA Ananda dr Fadli Ananda.

West Region General Manager Kalla Toyota, Fery Irawan menjelaskan, Kalla Toyota senantiasa menerapkan standar protokol kesehatan demi kenyamanan pelanggan.

"Baik showroom maupun bengkel telah rutin dilakukan penyemprotan desinfektan. Jadi pelanggan tidak perlu khawatir lagi jika ingin mengunjungi bengkel atau showroom kami,” ucapnya.

Narasumber dr Harun menjelaakan, era new normal ini bukan kembali ke masa normal sebelum memasuki masa pandemi, namun, new normal adalah pola hidup normal yang baru.

"Ada era baru yang harus kita hadapi. Life must go on, hidup harus tetap berlanjut walaupun di tengah pandemi. Namun tetap menerapkan standar protokol kesehatan yang baik," katanya.

Hal ini, kta dr Harun, disebabkan karena virus ini belum bisa dihilangkan, namun di sisi lain kita harus tetap bergerak untuk perekonomian masyarakat.

“Kita tetap bisa beraktivitas ekonomi, tetapi ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu protokol kesehatan. Ekonomi jangan sampai mati, karena orang-orang nanti akan meninggal bukan karena virus Covid-19, melainkan karena tidak bisa makan. Oleh karena itu, diambilah langkah penerapan era New Normal ini,” tuturnya.

Halaman
12
Penulis: Fahrizal Syam
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved