Update Corona Soppeng

Rencana Karantina Wilayah Mencuat di Soppeng, Jubir: Belum Ada Konfirmasi

Tercatat, sudah ada 8 penambahan kasus terbaru, dan satu pasien positif virus corona yang meninggal dunia.

Ist
Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Soppeng, Suriasni 

TRIBUNSOPPENG.COM, WATANSOPPENG - Kasus pasien positif virus corona melonjak 3 hari belakangan ini di Kabupaten Soppeng.

Lonjakan kasus tersebut dipicu oleh kluster pendatang asal Kota Makassar.

Tercatat, sudah ada 8 penambahan kasus terbaru, dan satu pasien positif virus corona yang meninggal dunia.

Alhasil, rencana karantina wilayah kembali mencuat akan diterapkan di Kota Kalong itu.

Selain itu, beredarnya informasi akan kembali tutup perbatasan seperti sebelum Idul Fitri.

Namun, Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Soppeng, Suriasni menyebutkan rencana tersebut masih dalam pembahasan.

"Soal pembatasan pendatang atau memperketat kembali wilayah perbatasan belum ada keputusan resmi," katanya, Senin (22/6/2020).

Staf Ahli Bidang Hukum Bupati Soppeng itu menyebutkan, karantina wilayah kemungkinan bakalan diterapkan untuk menekan kembali jumlah penyebaran virus corona.

"Belum ada konfirmsi resminya, yang jelas pemerintah tetap berupaya melakukan penanganan covid," katanya.

Diketahui, dari 28 kasus positif virus corona tersebut 19 orang telah dinyatakan sembuh, 2 meninggal dunia, dan 7 masih dalam perawatan di Kabupaten Soppeng dan Kota Makassar.

Sebaran kasus positif virus corona di Bumi Latemmamala sendiri adalah di Kecamatan Lalabata dengan 12 kasus.

Kecamatan Marioriwawo dengan 9 kasus, Kecamatan Marioriawa dengan 3 kasus, Kecamatan Liliriaja dengan 2 kasus dan Kecamatan Donri-donri dengan 2 kasus.

Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved