Desa Parangmata

Warga Desa Parangmata Takalar Kerja Bakti Bersihkan Lingkungan

Kerja bakti ini dilakukan secara bersamaan di 4 dusun yang ada di desa Parangmata dengan melibatkan warga masyarakat

Warga Desa Parangmata Takalar Kerja Bakti Bersihkan Lingkungan
Ist
warga Desa Parangmata, Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar, melakukan kerja bakti membersihkan saluran air sepanjang jalan, Minggu (21/06/2020) pagi

TRIBUN-TIMUR.COM, TAKALAR - Dalam rangka menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan di tengah pandemi covid-19, warga Desa Parangmata, Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar, melakukan kerja bakti membersihkan saluran air sepanjang jalan, Minggu (21/06/2020) pagi.

Kerja bakti ini dilakukan secara bersamaan di 4 dusun yang ada di desa Parangmata dengan melibatkan warga masyarakat, kepala dusun, tokoh masyarakat, kader desa, serta seluruh staf dan pegawai kantor desa.

"Salah satu syarat dalam memutus penyebaran mata rantai covid-19 ialah dengan cara menjaga kebersihan, termasuk juga kebersihan lingkungan, untuk itulah kami melakukan kerja bakti," kata Pj Kepala Desa Parangmata Andi Nuraeni Nurdin.

Untuk lebih menyukseskan kerja bakti bersih-bersih lingkungan kali ini, Andi Nuraeni juga mengundang para warga penerima program bantuan pemerintah yang disalurkan pada masa pandemi untuk ikut terlibat.

"Kami juga mengundang warga yang mendapat bantuan, seperti Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD), Bantuan Sosial Tunai (BST) Kemensos, untuk ikut bekerja bakti, tapi Alhamdulillah tadi di lapangan saya perhatikan, bukan cuma penerima bantuan yang ikut, bahkan warga yang lainnya juga banyak yang ikut kerja bakti," imbuhnya.

Perempuan yang juga merupakan Kasi Pembangunan di Kantor Camat Galesong ini mengaku, sejak menjabat sebagai Pj Kepala Desa Parangmata sejak 17 April 2020, telah rutin melakukan kegiatan kerja bakti di desa tersebut.

"Biasanya dua kali dalam sebulan kami lakukan kerja bakti. Alhamdulillah kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan cukup baik, padahal kami hanya mengajak, tidak menyediakan peralatan, jadi yang bapak-bapak bawa sendiri cangkul dan parangnya, ibu-ibu yang bawa sapu dari rumah masing-masing," tambahnya. (*)

Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved