Tribun Bone
Dua Hari Dibuka, Objek Wisata Bukit Cempalagi Masih Sepi Pengunjung
Dibukanya objek wisata setelah ditutup sekira 3 bulan karena pandemi Covid-19.
Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Sudirman
TRIBUNBONE.COM, TANETE RIATTANG - Objek wisata di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) dibuka pada Sabtu (20/6/2020).
Dibukanya objek wisata setelah ditutup sekira 3 bulan karena pandemi Covid-19.
Dua hari pasca dibuka, pengunjung yang datang masih sepi. Salah satunya objek wisata Bukit Cempalagi di Dusun Cempalagi, Desa Mallari, Kecamatan Awangpone.
Padahal di tempat ini pengunjung dapat menikmati indahnya gusung pasir ketika air laut surut.
Pengunjung juga dapat menikmati wisata susur gua.
Selain itu, terdapat prasasti peninggalan Raja Bone ke-15, Arung Palakka saat mengikrarkan sumpah untuk membebaskan rakyatnya dari penindasan.
Pengelola objek wisata Bukit Cempalagi, Supriadi mengatakan, sejak dibuka baru empat orang yang datang. Mereka merupakan wisatawan lokal.
"Masih sepi, kemarin tidak ada sama sekali pengunjung. Hari ini baru ada empat orang," katanya Minggu (20/6/2020).
Padahal kata Supriadi, saat pertama kali ditemukan gusung pasir, jumlah pengunjung yang datang mencapai 100 orang per harinya.
Ia menduga sedikitnya pengunjung karena masih pandemi Covid-19. Sehingga masih ada kekhawatiran untuk mendatangi objek wisata.
Untuk menarik jumlah pengunjung yang datang, Supriadi menyarankan pemerintah daerah melakukan pembenahan.
Terutama pada akses jalan. Kemudian penambahan tempat istirahat bagi pengunjung dan memanfaatkan lokasi strategis di Cempalagi untuk dijadikan potensi wisata baru.
"Akses jalan harus diperbaiki, ada penambahan gazebo untuk istirahat dan memanfaatkan lokasi strategis sebagai tempat wisata baru," ucapnya.
Laporan Wartawan TribunBone.com, Kaswadi Anwar
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/pengunjung-yang-datang-ke-gusung-pasir-di-dusun-cempalagi-desa-mallari.jpg)