Tribun Barru

Dua Bulan Perketat Penjagaan di Posko Covid-19 Barru, 651 Pelintas Diminta Putar Balik

Posko di perbatasan Barru-Pangkep menjadi yang terakhir ditutup sejak diresmikan, Suardi Saleh sekitar dua bulan yang lalu.

Ist
Apel petugas posko pemantauan Covid-19 di perbatasan Barru-Pangkep beberapa waktu lalu 

TRIBUNBARRU.COM, BARRU - Tiga posko pemantauan Covid-19 di Perbatasan Barru telah ditutup pada 18 Juni 2020.

Posko di perbatasan Barru-Pangkep menjadi yang terakhir ditutup sejak diresmikan, Suardi Saleh sekitar dua bulan yang lalu.

Posko Pemantauan perbatasan Barru-Pangkep ini tercatat sebagai Posko Pertama dan sekaligus jadi yang terakhir ditutup.

Bupati Barru Suardi Saleh mengatakan, berbagai upaya telah dilakukan dalam masa pandemi Covid-19 ini.

Seperti menjaga ketersediaan logistik bagi petugas, penyediaan sarana prasarana yang diperlukan.

Juga melakukan kunjungan lapangan termasuk menugaskan Pejabat Pemerintah Daerah secara kontinyu untuk turun menjadi koordinator harian, sekaligus memotivasi petugas lapangan.

"Alhamdulillah atas upaya yang sinergis dan dedikasi semua pihak, Kabupaten Barru masih terus menjaga kesehatan masyarakat dari potensi bahaya Virus Corona," ujarnya, Sabtu (20/6/2020).

Selama beroperasi, lebih dari 26.220 orang yang diadministrasikan setelah dilakukan Screaning dengan mencatat suhu badan, asal daerah, tujuan di Barru serta lama perjalanan.

Selama penjagaan di perbatasan Barru-Pangkep, tercatat ada 514 pelintas berkendara yang diminta untuk putar balik dan tidak masuk ke Barru selama masa genting pandemi Covid-19.

Sedangkan dari data di posko Bojo perbatasan Barru-Parepare yang diminta untuk tidak masuk Barru sekira 72 pelintas.

Dan perbatasan Barru - Soppeng yang tercatat sekira 65 pelintas.

"Apa yang dilakukan demi kepentingan dan kebaikan bersama. Insy Allah tuhan akan memberikan rahmatnya kepada kita semua," pungkasnya.

Pasca ditutupnya ketiga posko perbatasan, upaya Pemerintah Daerah selanjutnya adalah dengan memassifkan edukasi langsung ditengah ruang publik.

Baik dengan mengintegrasikan protokol kesehatan Covid-19 dalam standar operasional prosedur (SOP) di perkantoran, maupun menugaskan tim di pusat keramaian seperti di pasar maupun tempat wisata.

Laporan wartawan Tribunparepare.com, Darullah, @uull_darullah.

Penulis: Darullah
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved