Pernikahan Sejenis di Soppeng

Kasus Pernikahan Sejenis di Soppeng, Polisi Pakai Pasal Ini Jerat Pelaku

Teranyar, polisi menetapkan pasal penipuan dan pemalsuan data kependudukan terhadap keduanya.

Ist
MAS (28) dan perempuan MIT (21) melangsungkan pernikahan di Desa Baringeng, Kecamatan Lilirilau, Kabupaten Soppeng, Selasa (9/6/2020) lalu 

TRIBUNSOPPENG.COM, WATANSOPPENG - Kasus pernikahan sejenis di Kabupaten Soppeng masih terus berkanjut di meja kepolisian, Jumat (19/6/2020).

Teranyar, polisi menetapkan pasal penipuan dan pemalsuan data kependudukan terhadap keduanya.

Pasal yang dimaksud adalah pasal 93 Undang-undang RI nomor 23 tahun 2006 dan/atau pasal 94 Undang-undang RI nomor 24 tahun 2013, tentang perubahan Undang-undang RI nomor 23 tahun 2006 tentang administrasi pendudukan dan/atau pasal 378 KUHP.

"Pidana administrasi kependudukan itu hukumannya 6 tahun penjara dan penipuannya 4 tahun penjara," kata Kasat Reskrim Polres Soppeng, AKP Amri.

Lebih lanjut, AKP Amri menyebutkan sekaitan dengan pernikahan keduanya tidak sah secara hukum, sebagaimana Undang-undang nomor 1 tahun 1974 tentang pernikahan.

"Nikahnya kan tidak sah karena sejenis, jadi mungkin itu pertimbangan tidak ajukan cerai.
Tapi itukan hal internal keluarga keduanya, kami kerjakan soal dugaan tindak pidananya saja," katanya.

Sebagaimana diketahui, dua perempuan berinisial MAS (28) dan MIT (21) melangsungkan pernikahan di Desa Baringeng, Kecamatan Lilirilau, Kabupaten Soppeng pada Selasa (9/6/2020) lalu.

Pernikahan tersebut dilakukan secara sirih dan tak terdaftar di Kantor Urusan Agama (KUA).

Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved