Fakta-fakta Dokter Minta Pasien Kanker Payudara Buka Celana, Dituding Pelecehan dan Dilapor
Dokter tersebut harus berurusan dengan hukum setelah dituding melakukan pelecehan seksual terhadap pasiennya.
TRIBUN-TIMUR.COM - Seorang dokter dilaporkan ke polisi oleh pasiennya, setelah melakukan penanganan medis.
Dokter tersebut harus berurusan dengan hukum setelah dituding melakukan Pelecehan Seksual terhadap pasiennya.
Dokter yang dituding melakukan pelecehan ini diketahui berinisial H.
Sedangkan pasien yang menjadi korban berinisial HM (20).
Peristiwa ini terjadi di sebuah rumah sakit di Aceh Timur.
Dokter H dilaporkan setelah diduga melakukan pelecehan seksual dengan meminta pasiennya membuka celana.
Dalam laporan bernomor STTLP/64/VI/2020/SPKT itu disebutkan peristiwa terjadi di Rumah Sakit Sultan Abdul Aziz Syah, di Desa Lhok Dalam, Kecamatan Peureulak, Kabupaten Aceh Timur pada 2 Juni 2020 silam.
HM sendiri merupakan seorang mahasiswi yang tengah menjalani pemeriksaan.
• 4 Fakta Mahasiswa Pakai Uang Kuliah Bayar Terapis Plus-plus, Panik Wanita Teriak dan Dibunuh
• Ada Apa dengan Novel Baswedan, Beri Keterangan Mengejutkan, Sarankan Ronny dan Rahmat Dibebaskan
HM diketahui menjalani pemeriksaan terkait penyakit Kanker payudara.
Namun saat dilakukan pemeriksaan, HM justru diminta untuk melepas celananya.
Berikut fakta dokter di Aceh Timur dilaporkan lantaran minta pasien buka Celana saat diperiksa.
Periksa ambeien
Pengacara dokter H, Muslim A Gani, mengatakan kliennya sudah melaksanakan pemeriksaan sesuai prosedur.
Menurutnya, HM ketika diperiksa didampingi oleh keluarganya.
Dokter H pun didampingi seorang Perawat perempuan saat memeriksa HM.
"Jadi tidak ada itu pelecehan, di mana kejadian pelecehan.
Orang pemeriksaan kesehatan didampingi keluarga dan perawat wanita,” kata Muslim dihubungi per telepon, Rabu (17/6/2020).
Muslim menceritakan HM datang untuk periksa karena akan menjalani operasi kanker payudara.
Namun HM disebut juga mengeluhkan ambeien, sehingga dokter menawarkan untuk sekalian diperiksa.
“Nah, saat itu pasien mengeluh ada ambeien.
Sehingga sekalian diperiksa dan sesuai standar operasi prosedur (SOP), mengenakan sarung tangan dan lain sebagainya.
Maka, dokter bilang ya sekalian aja kita periksa dan obati, pasien setuju soal pemeriksaan ambeien itu,” kata dia.
• 4 Fakta Mahasiswa Pakai Uang Kuliah Bayar Terapis Plus-plus, Panik Wanita Teriak dan Dibunuh
• Ada Apa dengan Novel Baswedan, Beri Keterangan Mengejutkan, Sarankan Ronny dan Rahmat Dibebaskan
Keluarga tak dampingi HM
Berbeda dengan pernyataan pihak terlapor, pengacara korban, Hendra Kusmeran, mengatakan saat diperiksa HM tidak ditemani keluarga.
Saat HM hendak diminta melepas celana, kakaknya yang mendampingi diminta menunggu di luar.
"Kami harap, polisi mengusut tuntas kasus ini,” terang Hendra.
Sementara pihak RS Sultan Abdul Aziz Syah tempat dokter H bekerja menyerahkan sepenuhnya kasus itu kepada kepolisian.
“Kami menunggu proses hukum dan menyerahkan penyidikan itu ke polisi.
Saya belum dapat laporan terakhir, apakah dokter tersebut sudah diperiksa atau tidak,” kata Direktur RS Sultan Abdul Aziz Syah, dr Darma Widya.
Pelecehan Siswi Kelas 2 SD oleh 4 Kakak Kelas, Orang Tua: Ada Guru yang Minta Korban Tutup Mulut
Pelecehan seksual juga dialami oleh siswi kelas 2 sekolah dasar.
Usut punya usut, peristiwa nahas itu terjadi di Kabupaten Bungo, Jambi.
Korban yang berinisial A merupakan siswi kelas 2 SD.
Ironisnya, pelaku dugaan pelecehan seksual itu merupakan empat orang kakak kelasnya yang juga masih di bawah umur.
Empat orang yang dimaksud berinisial RNG, TH, BD dan L.
• 4 Fakta Mahasiswa Pakai Uang Kuliah Bayar Terapis Plus-plus, Panik Wanita Teriak dan Dibunuh
• Ada Apa dengan Novel Baswedan, Beri Keterangan Mengejutkan, Sarankan Ronny dan Rahmat Dibebaskan
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, tindakan tak pantas ini dilakukan saat jam pelajaran berlangsung.
Y, orang tua korban, menjelaskan bahwa peristiwa itu terjadi pada hari Rabu, 26 Februari 2020, sekitar pukul 09.00 WIB.
“Kami tidak terima atas perbuatan empat pelaku," ujarnya, Rabu (11/3/2020) seperti yang dikutip dari TribunJambi.
Pihak keluarga sempat ingin menuntut agar kasus tersebut diusut secara hukum.
Hanya saja, permasalahan itu akhirnya diselesaikan secara adat.
"Tapi permasalahannya diselesaikan secara adat," sesalnya.
Y mengaku sangat menyayangkan kelalaian pihak sekolah.
Mengingat kejadian ini disebut-sebut terjadi saat jam pelajaran berlangsung.
Menurut Y, awalnya korban dibawa ke dalam kelas.
Sesampainya di sana, empat terduga pelaku melakukan pelecehan seksual pada korban.
Akibat perbuatan itu, korban mengaku merasakan sakit di organ kewanitaannya.
"Akibat kejadian ini, anak kami belum berani untuk kembali ke sekolah."
"Karena salah satu guru sempat meminta korban untuk tidak menceritakan kejadian ini pada siapa pun," ungkapnya.
Seorang guru, yang oleh Y disebut berinisial N, meminta korban untuk tutup mulut dengan menjanjikan uang Rp 50 ribu.
"Kalau ada yang tahu, anak saya diminta untuk mengatakan pelaku pemerkosaan adalah ayah tirinya,” jelas Y.
A sendiri juga sudah diperiksa oleh bidan setempat.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, selaput dara korban dinyatakan telah robek.
“Kami tidak terima karena masa depan anak kami sudah hancur."
"Untuk itu kami meminta kepada pihak yang berwajib untuk bisa memberikan tindakan yang seadilnya buat pembelaan bagi kami,” tutup Y.
Sementara itu, Kapolres Bungo AKBP Trisaksono Puspo Aji, saat dikonfirmasi mengaku pihaknya hingga saat ini belum menerima laporan atas kejadian tersebut.
“Kita menunggu laporan dari korban,” ungkap Kapolres Bungo melalui layanan pesan WhatsApp, Rabu (11/03/2020)
Sedangkan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bungo, Masril mengaku sudah turun ke sekolah terkait masalah ini.
• 4 Fakta Mahasiswa Pakai Uang Kuliah Bayar Terapis Plus-plus, Panik Wanita Teriak dan Dibunuh
• Ada Apa dengan Novel Baswedan, Beri Keterangan Mengejutkan, Sarankan Ronny dan Rahmat Dibebaskan
“Pihak sekolah membantah."
"Katanya, informasi pemerkosaan itu tidak benar."
"Kalau korban sekadar dipegang oleh pelaku memang ada."
"Kalau guru yang membujuk korban dengan uang juga tidak ada,” ucap Masril.
Masril menjelaskan, persoalan itu sudah diselesaikan secara adat.
Namun, pihak yang dinyatakan bermasalah tersebut juga tidak mau membayar utang atas sanksi yang diberikan oleh adat.
“Kalau dari pemeriksaan tiga orang bidan, memang dinyatakan sudah robek."
"Kami juga menyarankan agar pihak korban menempuh jalur hukum,” terangnya.
Jika nanti terbukti secara hukum, tegas Masril, pihaknya tidak akan tinggal diam.
Dinas Pendidikan Bungo akan memberikan tegas terhadap kepala sekolah, wali kelas, juga pada para pelaku.
“Kalau sekarang kita ambil tindakan."
"Kita belum tahu siapa yang benar dan siapa yang salah."
"Jadi sebaiknya permasalahan ini kita serahkan saja pada pihak berwenang,” tutupnya.(*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kasus Dokter Minta Pasien Buka Celana di Aceh Timur, Diklaim Sesuai Prosedur, Dilaporkan ke Polisi",
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/cerita-pasien-wanita-20-tahun-diminta-buka-celana-saat-periksa-di-dokter-pria.jpg)