Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Bincang Bola Virtual

Febriyanto Wijaya Putuskan Pensiun dan Bangun SSB Demi Lahirkan Pesepakbola Hebat

Bincang Bola Virtual Seri #3 ini menghdirkan narasumber Mantan Pelatih Timnas dan Mantan Kadispora Sulsel Syamsuddin Umar, Pembina Akademi PSM

Penulis: Fahrizal Syam | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUN TIMUR/FAHRIZAL
Pembina Akademi PSM Makassar Febriyanto Wijaya saat menjadi narasumber Bincang Bola Virtual Seri #3, bertema Pembinaan Usia Muda di Masa New Normal, Selasa (16/6/2020). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Tribun Timur melaksanakan Bincang Bola Virtual Seri #3, bertema Pembinaan Usia Muda di Masa New Normal, Selasa (16/6/2020).

Bincang Bola Virtual Seri #3 ini menghdirkan narasumber Mantan Pelatih Timnas dan Mantan Kadispora Sulsel Syamsuddin Umar, Pembina Akademi PSM Makassar Febriyanto Wijaya. Dan Pelatih SSB Telkom Usman Atto.

Febriyanto di awal pemaparannya mengatakan, dulu di masanya ketika aktif sebagai pemain, belum ada cetak biru (blue print) terkait pembinaan usia muda, sehingga berbagai kendala muncul.

"Memang betul dulu kita tak punya blue print bagaimana pembinaan usia dini, usia muda, hingga profesional. Belum ada secara gamblang, sehingga banyak kendala, mungkin saya juga rasakan sebagai mantan pemain," kata mantan pemain PSM Makassar ini.

Salah satu kendala yang Anto, sapaan Febriyanto adalah minimnya event untuk pemain usia muda dan juga pembinaan pemain secara utuh yang benar.

Selain itu, kurangnya sarana dan prasarana juga menjadi msalah utama dihadapi dalam membibit pemain-pemain muda.

Melihat hal itu, Anto memutuskan pensiun dari sepakbola profesional di 2013, walau saat itu Ia hampir kembali bergabung ke PSM.

Ia kemudian membuat sekolah sepak bola (SSB) di kampung halamannya, Mamuju, Sulawesi Barat.

"Saya putuskan di jalur lain. Saya merasa berdosa jika sudah jadi "aktivis" olahragawan, tapi tak bisa berbuat sesuatu di kampung halaman. Saya langsung buat SSB Mitra Mannakara. Kami memohon kepada bupati dipinjamkan stadion, dan kami komitmen terus membina pemain secara akademik dan non-akdemik," jelas Anto.

Berbekal pengalamannya sebagai mantan pesepakbola profesional, Anto kemudian membangun SSB-nya.

"Saya bisa mengkolaborasikan era saya sat jadi atlet dan era ke depan. Saya selalu sampaikan ke pelatih harus punya visi misi. Visi kami menciptakan pemain dengan good mental dan teknik. Kami sudah doktrin para pemain binaan kami," terangnya.

Komitmen Anto berbuah hasil, dimana SSB Mitra Mannakara yang kini telah menjadi Akademi PSM Makassar, menelurkan bibit-bibit pemain berbakat.

"Tahun ini di U-16 kami menyumbang tiga pemain ke Garuda Select, ada juga tiga ke timnas. Sedang di U-18 kami punya beberapa pemain potensial yang bisa dipersiapkan untuk dipakai di U-19 atau U-20 untuk persiapan piala dunia. Kami coba menawarkan mereka," pungksnya.

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved