Tribun Bantaeng
VIDEO: Cerita Pengusaha Asal Bantaeng, Berasnya Hanyut 70 Karung Saat Banjir Bandang
Beras dagangan tersebut seharga Rp 450 ribu per karungnya. Ia tampak stres memikirkan barasnya yang sudah terbawa air banjir bandang dari kaki Gunung
Penulis: Samsul Bahri | Editor: Sudirman
TRIBUNTIMUR.COM, BANTAENG- Seorang pedagang beras di Pasar Sentral Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan bernama, Raiya menangis tersedu-sedu pasca berasnya hanyut terbawa arus banjir bandang.
Ia menyampaikan bahwa ada 70 karung berasnya hanyut dalam peristiwa itu.
Lima karung diantaranya sempat diselamatkan namun sudah dalam kondisi basah.
Beras dagangan tersebut seharga Rp 450 ribu per karungnya. Ia tampak stres memikirkan barasnya yang sudah terbawa air banjir bandang dari kaki Gunung Lompobattang itu.
" Ada 70 karung beras saya dan lima karung saya sempat selamatkan. Itupun dalam kondisi basah," ungkap Raiya, Minggu (14/6/2020).
Sehingga beras yang ia akan masak juga hanyut dan hanya mengharapkan bantuan makanan dari relawan dan pemerintah.
Tak hanya Raiya, dua orang tetangganya ikut hanyut rumahnya pada Jumat (12/6/2020) malam saat banjir bandang menyapu Bantaeng. Keduanya adalah Maria dan Halim.
Terpisah Kepala Badan Penanggulangan Bencana Alam Daerah (BPBD) Bantaeng, Irfan Fajar menyampaikan bahwa sekitar 10 ribu warga terdampak banjir bandang di Kabupaten Bantaeng.
Warga yang terkena banjir bandang tersebut berada di Kecamatan Bissappu, Kecamatan Bantaeng.
" Warga yang terdampak banjir bandang sekitar 10 ribu orang," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Alam Daerah (BPBD) Bantaeng, Irfan Fajar.
Warga yang terdampak banjir bandang itu terparah di Jl Monginsidi, Bantaeng, Kelurahan Tappajeng, Kelurahan Bontorita dan Jl Pahlawan Bantaeng. (*)