Tribun Wiki
Jadi Nama Rumah Sakit di Luwu, Siapa Sebenarnya Batara Guru?
Batara Guru adalah nama sebuah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) milik Pemerintah Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.
Penulis: Chalik Mawardi | Editor: Hasriyani Latif
Konon dalam cerita bahwa Batara Guru dimunculkan dari balik rumpun bambu, kemudian disusul turunnya hak warisan berupa bekal kehidupan termasuk istana disekitar kampung Ussu yang kala itu masih hutan rimba.
Dimana dari tempat ini menjadi awal mula pemerintahan Ware setelah Batara Guru bertemu dengan istrinya yang bernama We Nyiliq Timo yang masih merupakan sepupunya yang berasal dari kerajaan laut (para tiwi).
We Nyiliq Timo muncul di Busa Empong dan dperkirakan muncul di teluk Ussu waktu dipertemukan dengan Batara Guru.
Dalam sumber lain dikatakan bahwa disamping menikahi We Nyiliq Timo, Batara Guru juga menikah We Saungriu.
Dari perkawinannya itu lahir Sangian Sari.
Tetapi putri ini mati muda dan dikisahkan bahwa dari perabuan Sangian Sari tumbuh padi pertama di Luwu.
Dalam sejarah digambarkan bahwa sebelum Batara Guru diturunkan di bumi, situasi masyarakat Bugis Kuno hidup dalam ketidak teraturan.
Mereka saling menyerang tanpa aturan yang jelas, situasi tidak aman, yang kuat memangsa yang lemah atau sianre bale.
Akibat dari ketidak teraturan itu maka masyarakat sangat merindukan kedamaian.
Disaat masyarakat mengalami keterasingan jiwa, Batara Guru hadir membawa ajaran kebenaran yang menyankut hal hal prinsif seperti "Adele, Lempu, Tongeng, dan Getteng".
Ajaran tersebut sangat didukung oleh situasi sehingga membuat ajaran dan segala kebijakan pada pemerintahan Batara Guru sangat efektif di masyarakat.
Sosok seorang Batara Guru digambarkan oleh masyarakat itu amat dihormati, karena disamping sebagai titisan manusia dewa, ia amat bijak dalam memerintah dan mempunyai tenaga yang kuat dan pemberani dalam melindungi penduduk.
Hal ini diturunkan atau diwariskan secara tutun temurun kepada pemimpin masyarakat bugis yang dituangkan dalam simbol "Pedang Emas, Payung Kerajaan, dan Perisai".
Dari pernikahannya dengan We Nyiliq Timo, Batara Guru dikarunia seorang anak bernama Batara Lattu.
Ia merupakan calon pemegang tahta kerajaan Luwu setelah Batara Guru.
Ia dilahirkan di istana Ware di lokasi segita (Bukit Finsemouni-Ussu-Cerekan).
Dalam sumber sejarah dikatakan bahwa ketika Batara Lattu cukup dewasa dan pemerintahan tegak kembali.
Batara Guru memutuskan untuk kembali ke kerajaan langit.
Kekuasaan Ware pun diserahkan kepada Batara Lattu dan tetap dianggap sebagai dewa.(*)
Laporan Wartawan TribunLuwu.com, Chalik Mawardi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/rsud-batara-guru_20160628_153446.jpg)