Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Wiki

Jadi Nama Rumah Sakit di Luwu, Siapa Sebenarnya Batara Guru?

Batara Guru adalah nama sebuah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) milik Pemerintah Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.

Tayang:
Penulis: Chalik Mawardi | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Batara Guru di Jl Tomakaka, Desa Lebani, Kecamatan Belopa Utara, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. 

Adanya jarak kekosongan pemerintahan selama 300 tahun maka besar kemungkinan masa pemerintahan Batara Lattu berakhir pada tahun 948 M

Dalam buku Sarita Pawiloy-Ringkasan, sejarah Luwu dikatakan bahwa Batara Lattu memerintah selama 20 tahun.

Dari sumber ini dapat disimpulkan bahwa Batara Guru memerintah pada tahun 900 lebih jika menghitung mundur lagi dimasa pemerintahan Batara Lattu.

Dalam I Lagaligo yang merupakan sumber tertua sejarah Luwu yang dikumpulkan oleh sarjana Belanda BF Matthes tahun 1880, disebutkan bahwa yang pertama mendirikan pusat kerajaan Luwu atau Ware di sekitar Ussu bernama Batara Guru.

Batara Guru adalah anak lelaki tertua dari To Patotoe dengan Datu Palinge.

Batara Guru dikisahkan sebagai manusia jelmaan dari dewa yang diturunkan oleh Patotoe ke bumi dimana pada saat itu terjadi kekosongan.

Dalam penafsiran kata kosong oleh para sejarawan bermakna kekosongan pemerintahan yang mengatur kehidupan manusia dari kekacauan atau sianre bale di Tana Ware.

Adapun latar belakang diturunkannya Batara Guru ke Bumi dapat diketahui dalam kitab I Lagaligo sebagai berikut:

"Empat manusia dewa sebagai abdi dikerajaan langit, sepulang dari taruhan permainan badai, petir, dan guntur melapor kepada baginda raja penguasa kerajaan langit yakni dewa sang penentu Patotoe. Ampun baginda kami baru saja pulang dari dunia tengah (ale lino) kami melihat bumi dalam keadaan kosong."

Mendengar laporan para abdinya itu membuat raja Patotoe berpikir perlunya diutus salah seorang penghuni langit untuk diturungkan ke bumi agar bisa memakmurkan bumi.

Selain itu agar bisa berketurunan dan kelak ada yang mengirimkan doa kepada dewata dikala senang maupun sulit.

Karena Patotoe merasa ini adalah hal yang penting untuk kelangsungan hidup di bumi dan langit.

Maka Raja Patotoe mengundang seluruh kerajaan dewa yang ada di kerajaan langit (boting langi) maupun kerajaan dasar laut (paratiwi/uri liu) untuk memutuskan siapa yang akan di utus turun ke bumi.

Dari kesepakatan antara pasangan raja Patotoe dengan istrinya Datu Palinge maka diputuskanlah bahwa putranya yang bernama La Toge Langi yang kemudian dikenal dengan nama Batara Guru.

Dalam cerita selanjutnya Batara Guru pun diturunkankan ke bumi.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved