XL Axiata
XL Axiata Bakal Alihkan 70 Persen Beban Kerja ke Cloud dalam Waktu 3 Tahun
Manchester United Siap-Siap Gigit Jari, Donny van de Beek Kirim kode untuk
Penulis: Sukmawati Ibrahim | Editor: Suryana Anas
Rilis XL Axiata
Ilustrasi - PT XL Axiata Tbk akan mengalihkan 70 persen beban kerjanya ke cloud dalam tiga tahun ke depan.
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -Melanjutkan strategi hybrid-cloud, PT XL Axiata Tbk akan mengalihkan 70 persen beban kerjanya ke cloud dalam tiga tahun ke depan.
XL Axiata telah mengadopsi platform manajemen aplikasi modern dari Anthos-Google Cloud untuk mengotomatisasi, mengelola, dan menskalakan beban kerja di lingkungan hybrid/multi-cloud-nya secara aman dan konsisten.
Google Cloud Anthos memungkinkan perusahaan untuk membangun dan mengelola aplikasi berbasis Kubernetes, baik yang ada di pusat data lokal, Google Cloud, atau solusi cloud lainnya, tanpa perlu modifikasi.
Dengan memigrasikan platform layanan mikronya ke Google Cloud dan menghadirkan Google Kubernetes Engine (GKE) Anthos di pusat data lokalnya, XL Axiata mampu memperluas
kapabilitas cloud di sumber daya yang dimilikinya, baik yang lokal atau berbasis cloud, secara ekonomis.
Tidak hanya itu, XL Axiata juga berencana mengimplementasikan platform analisis data Google Cloud yang bisa diskalakan untuk menyempurnakan pengalaman pelanggan melalui teknologi berbasis data dan AI (kecerdasan buatan).
Demikian dibeberkan Chief Information and Digital Officer XL Axiata, Yessie D Yosetya.
Ia mengatakan, XL Axiata berkomitmen untuk memodernisasi infrastruktur demi meningkatkan fleksibilitas bisnis dan mempercepat deployment aplikasi.
"Anthos sangat ideal bagi kami karena memungkinkan mengadopsi kontainer sekaligus memungkinkan Google, pemimpin di teknologi Kubernetes, melakukan pengelolaan infrastruktur kontainer,” katanya melalui rilis nya, Selasa (9/6/2020).
Ia menuturkan, konektivitas bagi bisnis di Indonesia dengan Layanan Interkoneksi Partner hari ini, kedua perusahaan sekaligus mengumumkan bahwa XL Axiata juga telah menjadi Partner Interkoneksi Google Cloud.
"Dengan ini keduanya akan bisa menyajikan konektivitas berkecepatan tinggi, layanan cloud, dan peluang pertumbuhan digital terbaik bagi pelanggan di Indonesia, dengan kemampuan transfer data yang andal antara kelima pusat data XL Axiata dan jaringan global Google," tuturnya.
Country Director Google Cloud di Indonesia, Megawaty Khie menyampaikan bahwa, semakin banyak bisnis di Indonesia yang berupaya mengadopsi strategi cloud untuk meraih keandalan, ketahanan, dan perlindungan data serta koneksi langsung dari layanan Interkoneksi Partner.
Interkoneksi Partner merupakan traffic antara jaringan lokal dan Google Cloud tidak melewati jaringan internet publik, melainkan diarahkan melalui jalur langsung di jaringan milik XL Axiata.
Hal ini dapat mengurangi jumlah titik rawan, di mana traffic biasanya berpotensi tidak tersampaikan atau mengalami gangguan, serta menawarkan keuntungan berupa fungsionalitas keamanan dan pengelolaan yang lebih baik.
"Kami menyediakan platform yang konsisten bagi XL Axiata untuk menyebarkan beban kerja baik secara lokal maupun di cloud sehingga bisa mempercepat transformasi digitalnya," ujarnya.
Ia menambahkan, kolaborasi dalam Interkoneksi Partner juga akan
memungkinkan perusahaan besar maupun kecil di Indonesia mendapatkan akses ke konektivitas berkecepatan tinggi.
"Ini benar-benar kerja sama yang saling menguntungkan dengan XL Axiata,” tutupnya. (*)
Laporan Wartawan Tribun Timur @umhaconcit
Berita Terkait