Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Ngovi Tribun Timur

Konjen Australia di Makassar Berganti, Richard Mathews Terakhir Menjabat 20 Juni

Richard Matthews akan mengakhiri tugasnya sebagai Konsul Jenderal Australia di Makassar. Dia terakhir menjabat sebagai diplomat di Indonesia Timur

Tayang:
Editor: Edi Sumardi
TRIBUN TIMUR
Konjen Australia di Makassar, Richard Mathews didamping istri, Tjok Putri Mathews saat wawancara dengan Tribun Timur secara virtual, Senin (8/6/2020). Saat ini, dia berada di Melbourne, negara bagian Victoria, Australia jelang purnatugas. 

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Richard Matthews akan mengakhiri tugasnya sebagai Konsul Jenderal Australia di Makassar.

Dia terakhir menjabat sebagai diplomat di Indonesia Timur pada Sabtu (20/6/2020). 

Department of Foreign Affairs and Trade ( DFAT ) Australia resmi menugaskan Richard Matthews sejak Maret 2016.

Lalu, Menteri Luar Negeri Australia, Julie Bishop meresmikan pembukaan kantor Konsulat Jenderal Australia di Makassar, di Wisma Kalla, Jl Jenderal Sudirman, Makassar, Sulawesi Selatan ( Sulsel ), Selasa, 22 Maret 2016.

Siapa pengganti Richard Mathews sang diplomat perintis hubungan bilateral Australia dengan Indonesia Timur?

DFAT akan mengumumkannya.

Dalam wawancara secara virtual dengan Tribun Timur, Senin (8/6/2020) kemarin, Richard Mathews mengatakan, saat ini dia berada di Melbourne, negara bagian Victoria, Australia.

Kendati sudah pulang kampung, namun dia tetap menjalankan tugasnya sebagai konsul jenderal.

"Saya masih menjabat Konjen sampai tanggal 20 Juni. Itu hari terakhir. Pengganti saya, suksesor saya akan tiba di Makassar dan menggantikan saya. Sejak pulang ke Melbourne, saya merasakan work from home bisa dilakukan dari mana saja. Di Makassar bisa, di Melbourne pun bisa. Bedanya hanya terletak pada perbedaan zona waktu, beda 2 jam. Saya tetap bisa bekerja dari Melbourne untuk konsulat," kata mantan Director Nuclear Policy DFAT Australia itu.

"Di kantor di Makassar, ada yang gantikan saya sementara, tim tetap masuk kerja separuh hari. Ada tim, namanya Tim Merah dan Tim Biru, mereka masuk bergantian supaya tidak saling menginfeksi," katanya lebih lanjut.

Pengalaman Tugas di Makassar

Berkantor di Makassar, ibu kota Sulsel, Konsulat Jenderal Australia di Makassar membawahi wilayah tugas Indonesia Timur, 4 pulau dan 12 provinsi.

Mulai dari Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Sulawesi Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua.

"Awalnya, ada 11 provinsi yang menjadi wilayah tugas di Sulawesi, Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara. Namun sekarang, Nusa Tenggara tidak masuk dalam wilayah tugas Konsulat Jenderal Australia di Makassar karena menjadi wilayah tugas Konsulat Jenderal Australia di Bali. Tapi saya mendapat dua wilayah tugas baru di Kalimantan, Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan," kata Richard Mathews menyebutkan.

Richard Mathews didampingi istrinya, Tjok Putri Mathews sudah keliling Indonesia Timur.

Namun, hingga akhir tugasnya, masih ada 2 provinsi belum sempat didatangi, yakni Kalsel dan Papua.

Bagaimana pengalaman dia selama 4 tahun dan 3 bulan bertugas di Makassar?

Diplomat yang menguasai 3 bahasa itu (bahasa Inggris, bahasa Indonesia, dan bahasa Mandarin) menyebut, dia tak bisa menceritakan satu demi satu karena sangat banyak pengalaman.

Makassar ada kota sangat menarik baginya, jaraknya sangat dekat dengan Australia.

"Makassar adalah kota besar yang terdekat ke Australia kalau kita ukur berdasarkan jarak kilometer. Makassar, kota yang berpenduduk di atas 1 juta jiwa yang terdekat dari utara Australia daripada Bali, lebih dekat daripada Surabaya," kata Richard Mathews.

Sebagai perwakilan pemerintah Australia di Indonesia Timur, dia menyebut masih ada tantangan terbesar dihadapi, yakni belum banyak warga Australia belum tahu Indonesia Timur.

Mereka lebih mengenal Bali.

"Kalau kita misalnya bertemu dengan 10 orang Australia, separuhnya pernah ke Bali. Namun, jarang di antaranya pernah ke luar Bali. Makanya, banyak dari mereka tidak begitu tahu tentang Indonesia Timur," kata Richard Mathews.(*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved