PSM Makassar
Bersatunya Sultan Hasanuddin dan Bung Tomo di Stadion Mattoanging
Pertandingan pekan ke-14 Liga 1 2018 itu, merupakan pertemuan perdana dua klub perserikatan ini setelah Persebaya berhasil kembali promosi ke Liga 1.
Penulis: Fahrizal Syam | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Dua tahun lalu, tepatnya 9 Juni 2018, terjadi laga klasik mempertemukan tuan rumah PSM dan Persebaya, di Stadion Mattoanging Andi Mattalatta, Makassar.
Pertandingan pekan ke-14 Liga 1 2018 itu, merupakan pertemuan perdana dua klub perserikatan ini setelah Persebaya berhasil kembali promosi ke Liga 1.
Pada pertandingan itu, PSM berhasil menang dengan skor tipis 1-0, melalui gol yang dicetak Rizky Pellu di menit ke-72 babak kedua.
Gol Rizky berawal dari sepak pojok oleh Rasyid Assyahid Bakri, yanh kemudian disambut dengan sundulan.
Pertandingan ini juga seolah menjadi sambutan selamat datang dari PSM untuk Persebaya yang baru promosi ke Liga 1.
Di tribun penonton, spanduk raksasa dukungan untuk dua klub terbentang.
Tampak pula para suporter yang berada di sektor utara mengangkat kertas berwarna merah dan hijau.
Selain Red Gank, kelompok suporter PSM lainnya juga membentangkan spanduk, termasuk di sektor tribun terbuka Selatan.
Dimana kolektif Curva Sud Matoangin (CSM) membentang spanduk bergambar sejumlah pemain bertuliskan "Rebut Kembali Kejayaan Itu".
Ada juga koreo yang memperlihatkan gambar pahlawan Sultan Hasanuddin dan Bung Tomo, dengan logo klub PSM dan Persebaya yang bersatu.
Pengamat Sepakbola, Husain Abdullah, menyebut laga PSM vs Persebaya tersebut menyatukan dua Pahlawan Nasional, Sultan Hasanuddin dan Bung Tomo
Bagi Uceng, sapaan Husain, kemenangan yang diraih sepekan sebelum Idulfitri 1439 H (2018) itu bukan hadiah Lebaran biasa,
“Apalagi yang dikalahkan Persebaya,” ujar mantan Manager PSM itu," kata Uceng kala itu.