OPINI PAKAR

Siapkah Kita dengan Tatanan Hidup Normal Baru?

Ditulis Ridwan Amiruddin, Ketum Persakmi Indonesia, Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Sulsel dan Guru Besar FKM Unhas.

TRIBUN TIMUR/HASRUL
Prof Dr Ridwan Amiruddin SKM MKes 

Oleh: Ridwan Amiruddin
Ketum Persakmi Indonesia, Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Sulsel dan Guru Besar FKM Universitas Hasanuddin

Pada 2 Juni lalu, saya diminta menjadi narasumber pada Webinar Stikes Panrita Husada Bulukumba yang digelar 2 Juni 2020.

Webinar ini membahas kehidupan normal baru (new normal life) yang mulai diwacanakan pemerintah di tengah belum pasti kapan berakhirnya pandemi Covid–19.

Masyarakat diharapkan dapat segera melaksanakan aktivitas seperti biasa, tetapi dengan cara yang baru.

Pemerintah akan menggatur agar kehidupan masyarakat secara perlahan dapat berjalan normal.

Tapi yang menjadi pertanyaan penting terkait wacana itu, “Apakah kita siap menjalani kehidupan normal baru tersebut?”

Begini Penjelasan Keluarga PDP yang Meninggal Dunia di RS Labuang Baji Makassar

Organisasi kesehatan dunia atau WHO mendefinisikan ‘new normal’ sebagai sebuah masa transisi di mana pemerintah mulai membuka kembali fungsi kehidupan sosial dan ekonomi.

Masa-masa ini tidak bisa digunakan sebagai patokan bahwa virus corona sudah bisa ditaklukan.

Sebaliknya, fase ini justru muncul sebelum vaksin resmi ditemukan.

New normal adalah sebuah langkah untuk menyelamatkan kondisi sosial dan ekonomi.

Halaman
1234
Editor: Jumadi Mappanganro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved