Breaking News:

OPINI

Mempertimbangkan Misi Kaum Difabel

Penamaan disabilitas lahir bukan dari inisiatif mereka yang secara eksistensi mengalaminya. Disabilitas adalah pemberian dan itu tetap mengandung bia

Editor: Jumadi Mappanganro
Mempertimbangkan Misi Kaum Difabel
dok. tribun
F Daus AR - Komite Komunitas Demokrasi Pangkep

Oleh: F Daus AR
Komite Komunitas Demokrasi Pangkep

Sebenarnya, siapa yang cacat dan normal di antara kita. Sejauh mana pelabelan cacat dan normal itu memperburuk relasi sosial.

Jika terjadi tindakan perundungan di antara mereka, siapakah yang paling berhak disalahkan?

Sekelumit petanyaan di atas menyeruak hadir jika terjadi lagi perundungan oleh mereka yang dianggap normal terhadap mereka yang dicap cacat.

Bagaimana dan dengan cara apa memilah situasi ini agar kita bisa menempatkan nilai kemanusiaan di antara keduanya.

Apakah adil jika si normal merisak si cacat kemudian atas nama solidaritas membalas perbuatan itu dengan mengulang tindakan serupa kepada si normal?

Masjid dan Masker

Tidakkah itu, justru, kembali melecehkan nilai kemanusiaan di atas norma solidaritas?

Saya menyadari, dengan rentetan pertanyaan kausalitas seperti itu akan menimbulkan perdebatan tanpa akhir karena akan tetap berdiri di atas kedudukan moralitas.

Walau, tentu saja, wajah moralitas yang dibelah itu penuh pseudo. Sebab, bagaimana mungkin moralitas didudukkan di posisi kekerasan.

Lantas, bagaimana memulai dialog ini agar kita tetap menjunjung tinggi kemanusiaan yang didasari asumsi teologikal. Bahwa semua manusia setara di hadapan Tuhan.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved