Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Asmara Oknum TNI

Dipicu Masalah Asmara Anggotanya, Jenderal TNI Asal Makassar Ini Minta Maaf

Gara-gara cinta gadis 17 tahun, 3 anggota TNI keroyok pelajar SMA. Ketiga pelaku sudah diproses di Pomdam

Editor: Jumadi Mappanganro
Tribun Jambi
Ilustrasi TNI 

TRIBUN-TIMUR.COM - Gegara asmara prajuritnya, Pangdam XVI Pattimura Mayjen TNI Marga Taufiq terpaksa turun tangan.

Ceritanya begini.

Dikutip dari Kompas.com, 3 oknum anggota TNI dilaporkan mengeroyok seorang siswa SMA berinisial AS (16). 

Kejadiannya di Maluku Barat Daya. Atas ulahnya itu, ketiga oknum TNI itu dipastikan akan kena sanksi.

Kepala Penerangan Kodam XVI Pattimura Kolonel Jansen Simanjuntak menegaskan ketiga oknum TNI itu sedang diproses hukum.

Begini Resiko Jika Sekolah Dibuka di Tengah Pandemi Covid-19 Menurut Pakar Epidemiologi Unhas

Klaim 18 Daerah Sulsel Clear Covid-19, Nurdin Abdullah: Masih Fluktuatif

Sanksinya bisa penjara dan ada juga sanksi disiplin dan administrasi. Oknum tersebut bisa tunda naik pangkat.

"Kalau dia punya jabatan akan dicopot dan tidak bisa sekolah,” kata Jansen Simanjuntak, Kamis (4/6/2020).

Dalam kesempatan itu, Jansen juga menjelaskan, aksi pengeroyokan itu dipicu masalah asmara.

Saat ini, ketiga pelaku sudah diproses di Pomdam XVI Pattimura.

Sementara itu, berdasar keterangan kakak korban, Elson Tiator, insiden pengeroyokan itu terjadi pada Jumat (22/5/2020).

Pemicunya, menurut Elson, adalah oknum TNI yang berinisial M (48) dan adiknya sama-sama berpacaran dengan perempuan yang sama, MS (17).

M diduga cemburu lalu mengajak dua rekannya sesama anggota TNI untuk mengeroyok AS di depan rumah MS.

Tak hanya itu, 3 anggota TNI itu juga tega menyeret AS di jalan dan membawanya ke barak perusahaan tempat dua rekan M bekerja.

Apindo Makassar: Butuh Kerjasama Pemerintah, Pengusaha dan Media Hadapi Efek Covid-19

Penganiayaan terhadap adik terjadi pada Jumat 22 Mei lalu.

Korban juga sempat dibawa ke barak perusahan tempat para pelaku bekerja.

"Lalu mereka mencekik, memukul, dan menganiaya korban di sana,” kata Elson lewat keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (4/6/2020).

M adalah seorang anggota Babinsa

Dari hasil penelusuran Kompas.com, M diketahui menjabat sebagai Babinsa di Desa Hila, Kecamatan Pulau Romang.

Sementara dua rekannya bertugas di sebuah perusahaan tambang emas setempat.

Atas kasus penganiayaan tersebut, Elson berharap pihak TNI serius dalam menangani kasus tersebut dan memberikan sanksi tegas kepada para pelaku.

Jenazah PDP Dimakamkan Seperti Pasien Covid-19 Tuai Kecaman, Ini Kata Gubernur Sulsel

“Kami berharap agar keadilan bisa ditegakkan dan para pelaku bisa segera diproses,” katanya. Pangdam minta maaf.

Kasus tersebut menjadi sorotan Pangdam XVI Pattimura, Mayjen TNI Marga Taufiq.

Marga Taufik langsung meminta maaf atas pengeroyokan yang dilakukan tiga anggotanya AS, pelajar SMA di Tiakur.

“Dalam hal ini Pak Pangdam sangat menyesalkan dan meminta maaf kepada keluarga korban dan seluruh masyarakat,” kata Jansen di hadapan wartawan.

Dalam kesempatan itu, Jansen menegaskan, seluruh prajurit TNI harus menaati aturan dan bersedia menanggung sanksi jika melanggar.

Hukuman akan diberikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, tegas Jansen.

Tentang Marga Taufik

Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Marga Taufiq (kanan). Foto: Kontributor TribunAmbon.com, Fandy
Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Marga Taufiq (kanan). Foto: Kontributor TribunAmbon.com, Fandy (Dokumen Tribunnews)

Marga Taufik adalah alumni Akademi Militer tahun 1987 dengan karier cemerlang.

Pria kelahiran Makassar, Sulawesi Selatan, 17 April 1964, ini selalu mendapat jabatan strategis.

Tak Tamat SD, Udin Warga Desa Mappesangka Bone Berhasil Buat Traktor Remote Control

Sebelum mengemban amanah sebagai Panglima Komando Daerah Militer XVI/Pattimura pada 20 Desember 2018, Marga Taufik menjabat Pangdivif 2/Kostrad (23-03-2018).

Alumni SMAN 2 Makassar itu juga pernah menjabat Dandim 1403/Saweri Gading (01-02-2004) di Palopo.

Lelaki yang mahir di bidang infantri ini juga pernah menjabat Komandan Kodim 1408/BS Makassar (01-04-2006) dan Aster Kasdam VII/Wirabuana (15-09-2009). 

(Penulis: Kontributor Ambon, Rahmat Rahman Patty | Editor: Dheri Agriesta)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Gara-gara Cinta Gadis 17 Tahun, 3 Anggota TNI Keroyok Pelajar SMA, Begini Ceritanya".

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved