Gubernur Sulsel: Yang Namanya Klaster Harus di Swab, Kita Ini Hidup Bersih

Saat wartawan mempertanyakan, pada saat kejadian itu (buka puasa bersama) di Perumdos ada Swab dilakukan.

Humas Pemprov Sulsel
Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah merespon terkait pemberitaan Tribun Timur berjudul 'Klaster Perumdos Teror Baru Sulsel'.

Dalam video berdurasi 1 menit 36 detik, Bupati Bantaeng 2 periode itu tidak membantah adanya buka puasa bersama yang digelar di kediaman pribadinya di Perumahan Dosen Unhas Tamalanrea Jl Perintis Kemerdekaan Makassar.

"Yang namanya klster itu harus di Swab dong. Kita ini semua hidup bersih. Bukan klaster, carrier namanya itu, ke rumahnya orang yang tidak ada apa-apa," katanya via rekaman video Humas Pemprov Sulsel, Kamis (4/6/2020).

"Jadi kalau saya, janganlah kita menuduh macam-macam. Ada klaster, coba pergi buktikan adakah klaster di situ? Klaster lebih dari satu orang loh, itu pun sudah dibuktikan dengan Swab," jelasnya.

Saat wartawan mempertanyakan, pada saat kejadian itu (buka puasa bersama) di Perumdos ada Swab dilakukan.

"Nggak mungkin kita swab lah, masa setiap hari kita mau rapid. Saya sebagai gubernur pasti dikunjungi semua orang. Masa kita yang dikunjungi, kita dikatakan klaster," katanya.

Nurdin Abdullah dan keluarga ternyata melakukan rapid test setiap dua hari sekali.

"Saya setiap dua hari bersama istri dan anak-anak semua itu rapid. Setiap hari karena kita ketemu orang. Jangan sampai kita menjadi carrier," katanya.

"Jadi itu tadi, pemahaman klaster itu harus dipahami. Makanya kalau tidak paham sekolah tinggi-tinggi. Supaya kita bisa menulis yang benar," ujarnya.

Penulis: Muhammad Fadhly Ali
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved