KPU Sulsel

Anggaran Pilkada Naik 30%-50%, KPU Sulsel: Tanpa Koreksi Tambahan Rp 120 Miliaran

Pilkada Serentak 2020 diagendakan Desember mendatang. KPU diminta menggelar semua tahapan dengan protokol kesehatan.

Istimewa
Komisioner KPU Sulsel Syarifuddin Jurdi 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 diagendakan Desember mendatang.

Sesuai rekomendasi Kementerian Dalam Negeri, Komisi II DPR RI hingga Gugus Tugas Covid-19, KPU diminta menggelar semua tahapan dengan protokol kesehatan.

Konsekuensinya, anggaran Pilkada diprediksi membengkak.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum Sulawesi Selatan (KPU Sulsel) Syarifuddin Jurdi mengatakan, 12 KPU kabupaten/kota di Sulsel yang akan menggelar Pilkada dengan standar protokol kesehatan telah melakukan pencermatan anggaran.

"Hasilnya terjadi kenaikan sekitar 30 persen sampai 50 persen tambahan anggarannya," ujar Koordinator Divisi Perencanaan, Keuangan dan Logistik KPU Sulsel via pesan WhatsApp, Selasa (3/6/2020).

Data tambahan anggaran tersebut, lanjut Syarifuddin sudah diterima, Selasa (2/6/2020) sudah dilakukan rekap.

"Tanpa koreksi berdasarkan usulan tambahan sekitar 120-an miliar. Dan tertinggi Makassar," katanya.

Saat ditanya terkait total anggaran usai dilakukan penambahan, ia belum bisa memberikan.

"Data itu sudah kita kirim ke KPU RI sebagai bahan. Namun sedang dikaji dulu untuk menyempurnakan, karena ada kabupaten jauh lebih tinggi dari kabupaten yang DPT dan TPS-nya lebih banyak," katanya.

Ia mencontohkan, seperti Soppeng jauh lebih tinggi dari Gowa. "Padahal jumlah kecamatan, desa/kelurahan dan TPS, Gowa jelas lebih bayak," katanya.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fadhly Ali
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved