Vale Indonesia
Nilai Ekspor Melejit, PT Vale Indonesia Tetap Jalankan Produksi Sesuai Target
Ada kenaikan US$ 19 juta dari bulan Maret 2020. Pada bulan Maret, PT Vale mencatatkan nilai ekspor US$ 53,29 juta.
Penulis: Muh. Hasim Arfah | Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan mencatatkan ekspor nikel melalui Pelabuhan Malili, Luwu Timur dengan nilai US$ 72,29 juta, 66,69 persen dari nilai ekspor pada Bulan April di Sulsel.
Ada kenaikan US$ 19 juta dari bulan Maret 2020. Pada bulan Maret, PT Vale mencatatkan nilai ekspor US$ 53,29 juta.
Nilai ekspor nikel ini disumbang oleh PT Vale Indonesia.
Sementara itu, disusul pelabuhan Makassar dengan nilai US$ 30,65 juta (28,28 persen) dari total nilai ekspor Sulawesi Selatan. Dibandingkan dengan bulan Maret 2020 ekspor Sulawesi Selatan melalui Pelabuhan Malili mengalami peningkatan sebesar 35,66 persen dan ekspor yang melalui pelabuhan Makassar meningkat sebesar 37,07 persen.
Senior Manager Communications PT Vale Indonesia, Bayu Aji, mengatakan, Vale dapat memberikan informasi hasil kinerja kuartal I.
"Penjelasan kinerja kuartal II akan kita sampaikan pada waktunya. Untuk kuartal I tahun 2020, hasil produksi PT Vale lebih tinggi 35% dibanding volume produksi Kuartal I-2019, yaitu sebanyak 17.614 ton nikel dalam matte," katanya.
Menurutnya, perusahaan yang didukung para kontraktor masih dapat menjalankan operasional sesuai target sehingga mampu menghasilkan volume produk yang baik, termasuk kinerja aspek keselamatan kerja.
Ia juga menyampaikan, perjanjian penjualan jangka panjang antara PT Vale dengan konsumennya di Jepang dan Kanada, yang membeli produk nikel dalam matte yang dihasilkan PT Vale, membuat risiko bisnis dan dampak pandemi terhadap Perusahaan belum terasa.
"Sampai saat ini, faktor yang mempengaruhi kinerja perusahaan lebih pada harga nikel yang terkoreksi dan harga minyak dunia," katanya, Rabu (3/6/2020).
PT Vale bisa tetap ekspor nikel tinggi padahal ada banyak pembatasan karena
saat ini Perseroan masih menjalankan operasi secara normal, dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan yang ketat.
Menurutnya, dukungan pemerintah untuk industri besar bisa tetap berproduksi di tengah pandemi karena tak ada perubahan kebijakan.
"Kegiatan produksi masih sama seperti sebelum pandemi," katanya.
Dalam masa Pandemi Covid-19, PT Vale sampai saat ini juga masih menjalankan operasionalnya sesuai rencana dan target Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2020 dengan mempertahankan angka produksi seperti tahun 2019 yakni 71.000 ton.(*)
Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur
Follow akun instagram Tribun Timur:
Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/kawasan-pertambangan-nikel-pt-vale-indonesia-di-sorowako-362020.jpg)