Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Update Corona Sulsel 2 Juni 2020, KABAR BURUK Penambahan Kasus Dekati Jakarta, Ketiga Terbanyak

Selasa 2 Juni 2020, penambahan kasus di Sulawesi Selatan mencapai 44 pasien.

Tayang:
Editor: Ina Maharani
SHUTTERSTOCK
Ilustasi pasien Virus Coron 
TRIBUN-TIMUR.COM - Penambahan kasus Corona di Sulsel masih besar.
Berdasarkan data dari satgas Covid 19 tentang penambahan kasus Corona Covid19 di Indonesia, Selasa 2 Juni 2020, penambahan kasus di Sulawesi Selatan mencapai 44 pasien.
Ini menjadikan total kasus Corona Covid 19 di Sulsel mencapai 1630 kasus.


Tampak pada tabel untuk total jumlah pasien positif Sulsel adalah nomor 4 terbanyak di Indonesia.

Namun yang juga patut diperhatikan dengan total penambahan 44 pasien, jum
lah penambahan hari ini Sulsel berada di urutan ketiga terbanyak di Indonesia, bahkan di atas Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Penambahan kasus di Sulsel nyaris menyamai penambahan kasus di DKI Jakarta.
Nomor satu terbanyak adalah di Jawa Timur dengan penambahan 213 pasien, yang disusul Jakarta 66 pasien.
Sementara Jawa Barat penambahan 18 pasien dan Jawa Tengah 12 pasien.
 

Dari data tersebut, Sulsel diperkirakan belum menjadi daerah yang layak menerapkan The New Normal.

Pasalnya, ada 11 indikator yang harus dipenuhi. Salah satunya, adanya penurunan jumlah kasus positif selama dua minggu sejak puncak terakhirnya, dengan target penurunan lebih dari 50 persen untuk setiap daerah atau wilayah.

Berikut 11 indikator tersebut:

1. Penurunan jumlah kasus positif selama dua minggu sejak puncak terakhirnya, dengan target penurunan lebih dari 50 persen untuk setiap daerah atau wilayah.

2. Penurunan jumlah kasus probable (orang yang sakit tapi para ahli ragu menyimpulkan hasil laboratorium, dan ditemukan pan-beta coronavirus) selama dua minggu sejak puncak terakhir dengan target lebih dari 50 persen penurunan jumlahnya.

3. Penurunan jumlah meninggal dari kasus positif.

4. Penurunan jumlah meninggal dari kasus probable.

5. Penurunan jumlah kasus positif yang dirawat di RS.

6. Penurunan jumlah kasus probable yang dirawat di RS.

7. Kenaikan jumlah sembuh dari kasus positif.

8. Kenaikan jumlah selesai pemantauan dari probable, baik kasus ODP ataupun PDP.

9. Jumlah pemeriksaan spesimen meningkat selama dua pekan.

10. Positivity Rate (angka kasus positif usai diperiksa di laboratorium) kurang dari lima persen, atau dari seluruh sampel yang positif hanya lima persen.

11. Pendekatan RT yang disebut angka reproduktif efektif kurang dari 1.

 
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved