Tribun Mamasa

Ingin Lakukan Rapid Test di Mamasa? Segini Uang Harus Disiapkan

Ramlan Badawi menuturkan, berdasarkan hasil musyawarah gugus tugas, untuk mencegah merebaknya wabah covid-19 di Mamasa, maka perlu ada langkah-langkah

TRIBUN-TIMUR.COM/SEMUEL
Bupati Mamasa H Ramlan Badawi 

TRIBUNMMASA.COM, MAMASA - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Mamasa, Ramlan Badawi merilis persyaratan melintas masuk di Mamasa.

Ramlan Badawi menuturkan, berdasarkan hasil musyawarah gugus tugas, untuk mencegah merebaknya wabah covid-19 di Mamasa, maka perlu ada langkah-langkah yang strategis.

Hal itu disampikan Ramlan Badawi pada press conference yang dilaksanakan di posko gugus tugas, Selasa (2/6/2020.

Ia menjelaskan, langkah yang dimaksudkan yaitu, setiap pelintas yang masuk di Mamasa wajib membawa surat keterangan hasil rapid test negatif atau non reaktif.

Surat keterangan itu kata dia, diperlihatkan kepada petugas posko di perbatasan.

"Itu yang kami tegaskan, siapapun yang masuk harus membawa hasil rapid test," ujar Ramlan.

Namun, jika ada oknum dalam kondisi emergency yang hendak masuk Mamasa namun tidak memiliki hasil rapid test, maka diperbolehkan melakukan rapid test di perbatasan, dengan ketentuan dikenakan biaya.

Selain itu, ia juga menyampaikan hasil rapid test hanya berlaku selama tujuh hari.

Pada kesempatan itu, Bupati Mamasa tidak menjelaskan detail biaya yang dibebankan bagi warga yang ingin melakukan rapid test.

Namun menurut Ketua TRC Mamasa, Amos Pampabone bahwa biaya rapid test untuk setiap warga dikenakan biaya sebesar Rp. 250.000 per orang.

Laporan wartawan @sammy_rexta

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp

Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

 

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur

(*)

Penulis: Semuel Mesakaraeng
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved