Update Corona Sulsel

Gubernur Sulsel Harap Akhir Mei Pandemi Covid-19 Berakhir, Kadinkes Bilang Begini

Ia mengungkapkan, pernyataan yang mengandung harapan tentang berakhirnya pandemi Covid-19 pada akhir Mei

Pemprov Sulsel
Kepala Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan dr Ichsan Mustari MHM 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kepala Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan (Kadinkes Sulsel) Muhammad Ichsan Mustari angkat bicara terkait harapan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah pertengan Mei lalu.

Ia mengungkapkan, pernyataan yang mengandung harapan tentang berakhirnya pandemi Covid-19 pada akhir Mei dapat dimaknai, bahwa proses penangan Covid-19 segera berakhir.

"Pernyataan itu berlandaskan pada indikator pada pertengahan Mei 2020, kurva orang yang terpapar Covid-19 di Sulsel melandai. Jumlah pasien yang sembuh mencapai 39 persen lebih. Ini rasio tertinggi secara nasional," klaimnya via rilis, Minggu (31/5/2020).

Dilansir data rekab harian Dinkes Sulsel, jumlah kasus pasien positif Covid-19 sejak 1 April hingga 30 April 2020 di angka 426 pasien. Dimana pada 1 April pasien Covid-19 baru 65 pasien hingga 30 April pasien Covid-19 di angka 491

Sementara jumlah kasus pasien positif Covid-19 sejak 1 Mei hingga 31 Mei 2020 di angka 994 pasien. Dimana pada 1 Mei pasien Covid-19 baru 547 pasien hingga 31 Mei pasien Covid-19 di angka 1.541.

Artinya, bila jumlah kasus pada April dibandingkan dengan data Mei. Terjadi peningkatan 202,44 persen.

Dokter Ichsan berdaluh, virus Covid-19 memang tidak bakalan habis sama sekali sampai vaksin dan obat-obat ditemukan. Tetapi bisa ditangani secara medis dalam kondisi normal.

Jumlah persediaan kamar rumah sakit jauh melebihi cukup. Demikian juga dokter dan fasilitas untuk karantina terpusat.

Indikator-indikator tersebut dan sistem penanganan yang tertata baik dilakukan terpusat di Makassar diharapkan bahwa pandemi covid 19 di Sulsel selesai akhir Mei 2020.

"Pandemi Covid-19 memang berangsur melandai. Kejadian luar biasa atau pandeminya yang diharap selesai pada akhilir Mei 2020. Virus Covid-19 tidak akan hilang, tetapi menjadi sakit biasa. Bukan lagi kajadian luar biasa atau pandemi," tutupnya.

Penulis: Muhammad Fadhly Ali
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved