Tribun Wajo

Dua Pekan Terendam, Korban Banjir di Wajo 'Dicuekin' Pemerintah

Salah satu warga di Keluruhan Salomenraleng, Lukman memprediksi banjir kali ini akan bertahan lama.

TRIBUN-TIMUR.COM/HARDIANSYAH
Banjir masih rendam pemukiman warga di Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo, Minggu (31/5/2020) 

TRIBUNWAJO.COM, SENGKANG - Banjir belum juga surut di Kabupaten Wajo, Minggu (31/5/2020).

Sudah dua pekan lebih, banjir melanda pemukiman warga di pesisir Danau Tempe.

Salah satu warga di Keluruhan Salomenraleng, Lukman memprediksi banjir kali ini akan bertahan lama.

"Mungkin satu bulan, kalau paling parah biasa sampai tiga bulan lebih," kata Lukman.

Tak ada tanda-tanda air bakalan surut. Malahan, air diperkirakan kian tinggi mengingat curah hujan di Kabupaten Wajo belakangan ini cukup tinggi.

Di Kelurahan Salomenraleng, Kecamatan Tempe sendiri, ketinggian air berkisar 50 sampai 150 cm. Warga menggunakan perahu untuk beraktivitas.

Selain itu, Lukman membenarkan bila sampai saat ini pemerintah belum juga memberikan bantuan.

"Kalau tahun lalu, kita biasa dikasi bantuan berupa sembako atau bambu. Yang paling penting sebenarnya adalah bambu," tambah lelaki yang sehari-hari mencari ikan itu.

Sementara Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Wajo, Andi Bau Manussa tak juga memberikan informasi perihal dampak banjir kali ini.

Selain Kecamatan Tempe, sejumlah kecamatan di Kabupaten Wajo juga terdampak banjir. Seperti di Kecamatan Sabbangparu, Kecamatan Tanasitolo, Kecamatan Belawa dan Kecamatan Pammana.

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp

Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur

(*)

Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved