Liga 1 2020

Perlunya Tes Covid-19 Jika Liga 1 Kembali Bergulir

Dokter Timnas Indonesia Syarif Alwi mengatakan seluruh orang-orang yang terlibat di sepak bola harus dilakukan tes Covid-19.

Perlunya Tes Covid-19 Jika Liga 1 Kembali Bergulir
ist
Kompetisi Liga 1 2020 masih belum jelas akan bergulir atau tidak sama sekali karena imbas Covid-19.

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Beberapa kalangan menilai perlu ada tes Covid-19 kepada peserta Liga 1 2020 jika kembali bergulir. Kondisi Indonesia yang masih belum dinyatakan aman dari virus menjadi alasan utama tes tersebut dilakukan.

Dokter Timnas Indonesia Syarif Alwi mengatakan seluruh orang-orang yang terlibat di sepak bola harus dilakukan tes Covid-19. Baik itu tingkat klub Liga 1 mukai pemain, official tim, bahkan sampai ke tingkatan PT LIB sebelum kompetisi bergulir kembali.

"Pastikan semua peserta dan perangkat pertandingan sudah melakukan test Covid-19 dan hasilnya negatif," harap Syarif Alwi, Jumat (29/5).

Alwi menjelaskan untuk sekali melakukan tes hanya menekan biaya sekitar Rp. 300 ribu sampai Rp. 950 ribu.
Untuk Handicap dibandrol dengan harga Rp. 950 ribu dan Rapid Tes hanya Rp. 300 ribu.

Selain itu, Alwi juga berharap agar seluruh pemain, official wajib menaati protokol Covid-19. Diantaranya menggunakan masker saat datang dan meninggalkan stadion hingga membatasi jumlah orang di dalam bus.

Seluruh alat-alat latihan yang dibawah masing-masing klub juga harus steril dengan disemprotkan cairan disinfektan.
"Kebersihan ruang ganti, air cuci tangan, sabun, hand sanitizer, tempat sampah, itu harus disiapkan untuk menunjang," paparnya.

Memang, kasta tertinggi kompetisi sepak bola Indonesia memang belum diputuskan apakah bergulir atau tidak sama sekali. Sebab PSSI belum menyatakan sikap terkait kelanjutan liga bergulir.

Namun dalam Virtual Meeting yang dilakukan PSSI dan perwakilan 18 klub Liga 1 pada Rabu 26 Mei lalu menghasilkan banyak peserta ingin kompetisi dihentikan. Totalnya ada 12 klub yang mau kompetisi berhenti hingga digantikan dengan turnamen.

Diantaranya adalah Madura United, Persebaya Surabaya, PSIS Semarang, Barito Putera, Persita Tangerang.
Kemudian Persela Lamongan, Arema FC, Bhayangkara FC, Persija Jakarta, Persik Kediri, dan PSS Sleman.

Adapun enam klub peserta Liga 1 menginginkan kompetisi kembali bergulir. Masing-masing adalah Persib Bandung, Persiraja Banda Aceh, Borneo FC, Arema FC, Tira Persikabo, Arema FC, dan Persipura Jayapura memilih abstain.

Meski demikian, operator kompetisi PT LIB telah memberi kode agar Liga 1 bahkan Liga 2 kembali bergulir. Hal ini disampaikan Direktur Bisnis PT LIB, Rudy Kangdra setelah mendapat sinyal dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) seperti dilansir dari Bolasport.com.

Sebab jika kompetisi kembali bergulir otomatis akan menunjang Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia U-20.
"Kalau kompetisi berhenti terus berarti tidak ada aktivitas," imbuh Rudy Kangdra

Lebih lanjut, CEO PT PSM, Munafri Arifuddin menambahkan sampai saat ini belum ada kejelasan dari PSSI terkait nasib Liga 1. "Belum ada (kepastian). Kita tunggu saja keputusan pemerintah dan disampaikan oleh PSSI," pungkasnya.

Penulis: Wahyu Susanto
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved