Bantu Petani di Tengah Pandemi, PSEKP Borong 300 Paket Sayuran

Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian (PSEKP) melakukan pembelian 300 paket sayuran dari tangan petani

DOK Kementan
Di Kampung Sayur, Mentan Bicara Semangat Pertanian dan Program KUR Di Kampung Sayur, Mentan Bicara Semangat Pertanian dan Program KUR Di Kampung Sayur, Mentan Bicara Semangat Pertanian dan Program KUR Mentan Syahrul Yasin Limpo 

Jakarta, Tribun Timur.com - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian (PSEKP) melakukan pembelian 300 paket sayuran dari tangan petani gabungan poktan Multi Tani Jaya Giri (MUJAGI) di Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Kepala PSEKP Kementan, Sudi Mardianto, mengatakan pembelian ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian pemerintah keapda para petani yang terkena dampak pandemi Covid 19.

"Pembelian ini sangat membantu para petani dalam menjual hasil tanamnya. Terlebih PSEKP membelinya dengan harga di atas BEP (Break Even Point)," ujar Sudi, Jumat, 29 Mei 2020.

Adapun paket sayur yang dibeli, diantaranya adalah aneka cabai, kol, terong, wortel, daun bawang, dan tomat. Paket sayur ini dibeli dengan harga di atas biaya produksi dengan harapan para petani tetap memperoleh keuntungan dari hasil jerih payahnya.

Mengenai hal ini, Ketua Gapoktan MUJAGI, Suhendar mengucapkan terimaksih atas pembelian yang dilakukan pemerintah. Menurutnya, pembelian ini sangat membantu perekonomian petani disaat kondisi dan situasi sulit alibat pandemi.

"Alhamdulillah kami bersyukur atas pembelian yang dilakukan Kementan. Tentu saya juga berharap, instansi lain bisa melakukan hal yang sama kepada para petani di Kecamatan Pacet," katanya.

Suhendar mengatakan, selama ini, penjualan sayuran memang cendrung menurun karena terbentur keterbatasan aktivitas akibat pembatasan sosial (PSBB). Padahal sebelumnya, produk ini merupakan primadona bagi seluruh lapisan masyarakat.

"Biasanya sayuran kami dipasarkan ke pasar swalayan, restoran, dan catering yang ada di Jakarta. Tapi dengan terbatasnya aktivitas, penjualan kami cendrung menurun. Alhamdulillah pemerintah masih memperhatikan," katanya.

Sebagai catatan, harga tomat yang biasanya dijual ke hotel, restoran, dan catering biasanya menembus angka Rp 31.500 perkilogram. Namun dalam situasi seperti sekarang, harganya jatuh di angka Rp 3.000 perkilogram. Cabai besar dengan harga normal dijual Rp 18.000 perkilogram, namun saat ini hanya dijual seharga Rp 4.000 perkilogram. Sedangkan harga Kubis normal dijuak Rp 8.000-10.000 perkilogram, saat ini dijual Rp 4.000 perkilogram. Untuk wortel harga normal dijual sebesar Rp 6.000 perkilogram, saat ini dijual sebesar Rp 3.000 perkilogram.

"Dengan kondisi itu, para petani terpaksa menjual dengan harga sangat murah daripada tidak laku", katanya.

Meski demikian, keadaan yang serba sulit ini bukan berarti menjadi kendala bagi Gapoktan MUJAGI untuk tidak berproduksi. Sebaliknya, Poktan yang beranggotakan 7 kelompok tani ini terus melakukan penanaman sayur di lahan yang sudah dipanen. Menurutnya, langkah tersebut merupakan solusi pasti dalam memperluas pemasaran yang ada. Dengan begitu, nantinya, akan banyak instansi lain yang melirik lahan tanaman sayuran dan buah buahan.

"Kami berharap ke depan ada bantuan sarana dan prasarana lainya untuk membantu produksi sayur kami. Atau membantu distribusi ke hilir serta membantu permodalan petani," tutupnya.

Penulis: CitizenReporter
Editor: Ilham Arsyam
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved