Sanksi New Normal

Ancaman Penjara dan Denda Mengintai Warga Selama New Normal, Termasuk Melawan Petugas

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Polisi Yusri Yunus mengatakan sanksi pidana tersebut diatur dalam pasal 93 ayat 9 undang-undang nomor 6 tahun 201

Kompas.com
Aturan New Normal 

TRIBUN-TIMUR.COM -  Masyarakat yang melawan petugas saat ditertibkan selama pelaksanaan New Normal terancam sanksi pidana.

Polisi mengingatkan warga untuk tetap patuhi protokol kesehatan saat new normal mulai diterapkan.

"Kalau memang tidak bisa mendengar apa yang disampaikan oleh petugas dalam hal ini TNI Polri akan tegas. Ada aturan perundang-undangan undang-undang nomor 6 tahun 2018 tentang karantina kesehatan di pasal 93 ayat 9 ancaman 1 tahun penjara dan denda 100 juta," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (29/5/2020).

Terdakwa Penyerangan Novel Baswedan Merasa Bersalah, Nama Jokowi dan Idham Azis Terseret

Sembako Bantuan Pemerintah di Luwu Utara Tuai Sorotan dari Penerima, Ada yang Tak Layak Konsumsi

Namun demikian, ia mengatakan pihaknya tetap mengedepankan penindakan yang persuasif, edukatif dan humanis kepada masyarakat. Dia bilang, sanksi di atas merupakan jalan terakhir apabila pelanggar melawan petugas.

"Kita kedepankan persuasif dan Humanis di sini dan edukasi kepada masyarakat. Itu (sanksi pidana, Red) jalan terakhir yang kita berikan atau mungkin melawan petugas akan kita tindakan tegas seperti itu," jelasnya.

Nantinya, pengawasan yang dilakukan pihak kepolisian adalah memastikan setiap warga telah mentaati protokol kesehatan selama new normal. Di antaranya menggunakan masker, jaga jarak, cuci tangan hingga protokol lain saat masuk ke tempat keramaian.

"Cara bertindak nya seperti apa? Ada cara bertindak yang kita lakukan di sana. Pertama jelas Protokol Kesehatan ini kita tekankan. Masyarakat nanti kita harapkan pertama bersih-bersih, pakai masker, physical distancing atau jaga jarak dan akan kita amankan dan awasi adalah tempat cuci tangan," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Polda Metro Jaya masih merancang bersama pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan lain untuk memetakan lokasi yang nantinya dibuka saat penerapan new normal.

"Kami sedang merancang mana saja lokasi yang akan dijadikan new normal. Kami rancang mana saja titik-titik yang akan dijadikan pengawasan oleh TNI-Polri," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus kepada wartawan, Jumat (29/5/2020).

Yusri mengatakan dua sektor yang akan masuk ke dalam pengawasan adalah sektor ekonomi dan sektor transportasi. Untuk ekonomi, titik yang akan menjadi pengawasan akan berpusat di pasar tradisional dan pasar modern.

Halaman
12
Editor: Ansar
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved