Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

UMI

Gelar Halalbihalal Virtual, UMI Ulas Makna Silaturahmi

Universitas Muslim Indonesia (UMI) memiliki cara untuk tetap mempererat tali silaturahmi sesama sivitas akademika.

Penulis: Alfian | Editor: Suryana Anas
Humas UMI
UMI Gelar Halalbihalal Virtual Kamis (28/5/2020). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Universitas Muslim Indonesia (UMI) memiliki  cara untuk tetap mempererat tali silaturahmi sesama sivitas akademika.

Silaturahim sepertinya enggan terpisah dengan pondasi bangunan kebersamaan di perguruan tinggi berjargon pendidikan dan dakwah itu.

Di tengah gempuran Coronavirus Disease (Covid-19), UMI tetap menggelar acara Halal Bihalal, Civitas akademika UMI,  Kamis (28/5/2020).

Meski secara virtual lewat aplikasi video teleconferenc Zoom,  Dekan FAI UMI, Dr  Ahmad Hakim, didaulat membawakan ceramah.

Dalam kesempatan itu terlihat hadir Rektor UMI, Prof Basri Modding , didampingi jajaran Wakil Rektor.

Prof Basri Modding menerangkan poin utama dalam setiap penyelenggaraan acara Halal bihalal adalah bagaimana silaturahim itu dirajut kembali jika sempat terputus dan yang masih terjaga agar bisa dipertahankan.

Ia menyebut, meski berbeda secara teknis pada pelaksanaan Halal bi Halal tahun ini, namun hal baiknya adalah jumlah peserta yang mencapai hingga 500-an.

"Jika kita lihat jumlahnya ini, lebih banyak dibandingkan dengan tahun lalu. Ini artinya kemajuan teknologi membuat kita semakin dekat dengan sesama, khususnya silaturahim yang digelar saat ini," ucap Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bssnis UMI ini.

Sementara itu, Ketua Pembina Yayasan Wakaf UMI,  Prof Mansyur Ramli, menjelaskan bahwa konsep menuju tatatanan kehidupan standar baru itu ada di kekuatan jamaah, dan jamaah adalah kunci dari silaturahim.

"Kita harus membawa energi baru memasuki dunia baru yang orang sebut sebagai new normal dan kita sementara menyiapkan itu dan semoga UMI bisa semakin maju menuju universitas berkelas dunia seiring konsep yang berjalan ini," papar Prof Mansyur.

"Orang banyak bicara new normal. Kuncinya ada pada jamaah. Mari kita tetap membangun kehidupan jamaah di UMI. Kita tidak boleh hanya mengadalkan seluruh fasilitas atau hal yang lain, tapi juga jangan sekali kita melupakan para pendahulu kita," sambung Prof Mansyur.

Sedangkan Ketua Yayasan Wakaf UMI, Mokhtar Noer Jaya, mengatakan, momen Idul Fitri 1441 H dan Halal bihalal harus menjadi alat penggugur demi bisa saling memaafkan bagi semua, terlebih di situasi Covid-19.(tribun-timur.com)

Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, Alfian

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp

Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved