Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kecelakaan di Poros Maros Bone

VIDEO: Begini Sosok Bripda Aan di Mata Keluarga

Bripda Aan Zulhaq Bakri (20), yang menjadi korban kecelakaan di Jalan Poros Maros - Bone meninggal di RS Wahidin Makassar

Penulis: Andi Muhammad Ikhsan WR | Editor: Suryana Anas

TRIBUNMAROS.COM, SIMBANG - Bripda Aan Zulhaq Bakri (20), yang menjadi korban kecelakaan di Jalan Poros Maros - Bone meninggal di RS Wahidin Makassar, Selasa 26 Mei 2020 malam.

Anak bungsu dari empat bersaudara ini, rencananya akan dimakam kan hari ini, Rabu (27/5/2020), di pemakaman umum kecamatan Simbang, kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Di rumah, Bripda Aan dikenal sebagai pemuda yang pendiam, dan tidak pernah membantah perkataan orang tua dan saudara - saudaranya.

"Dirumah pendiam sekali, jadi saya jarang bicara sama dia, dan anaknya penurut, tidak pernah membantah jika disuruh sama orang tua dan kakak - kakaknya," ujar Kakak Aan, Zulkifli, Rabu (27/5/2020) di rumah duka.

Bahkan menurut Zulkifli, semenjak jadi Polisi, Aan tidak berubah sama sekali, tetap menjadi anak yang penurut.

"Dari dulu Aan sudah bercita - cita jadi polisi, makanya diantara saudaranya cuma dia yang Polisi.

Tapi setelah jadi Polisi, sikap sabar dan penurutnya tidak berubah, makanya kami sekeluargan merasa sangat kehilangan," jelasnya

Ia mengungkapkan, jika sebenarnya Bripda Aan memiliki kosan di Makassar, tapi semenjak hari raya, dia bolak - balik dari rumahnya ke Polda Sulsel.

"Sebenarnya Aan ada kosan di Makassar, tapi selama hari raya dia sering balik ke rumah, jadi startnya dari sini ke Polda," ungkapnya

Sebelum berangkat, Zulkifli dan keluarga mengaku tidak memiliki firasat apapun sama sekali, karena Aan berangkat seperti biasanya.

"Tidak ada firasat sama sekali, pas dia berangkat kerja, sekitar 15 menit kemudian dapat info kalau aan kecelakaan, sekitar 2 km dari sini," tuturnya

"Barusan juga itu dia ngomong sama nenek, dia pamit, cium tangan, tapi nenek belum masuk rumah sudah ada kabar kalau Aan kecelakaan," lanjutnya

Bripda Aan pun sempat dilarikan ke Puskesmas Bantimurung, kemudian dirujuk ke RSUD Salewangang Maros.

"Jadi sekitar jam dua belas, dirujuk lagi ke Rumah Sakit Wahidin, sudah dirawat semaksimal mungkin, tapi karena sudah ajal, sekitar jam sembilan malam lewat Aan meninggal dunia," jelasnya

Pihak keluarga mengaku shock setelah  Bripda Aan menghembuskan nafas terakhirnya, tapi pihak keluarga mengaku sudah mengikhlaskan.

"Kami dari keluarga tentu shock, tapi kembali lagi, ini sudah takdir dari Allah, jadi kami sudah mengikhlaskan kepergiannya," pungkasnya

 

Laporan Tribunmaros.com,AM Ikhsan

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp

Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur: 

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved