Breaking News:

Aris Tunru Sebut Pas Masuk Pelabuhan Paotere Sesuai Kesepakatan Bersama

Nilainya sebesar Rp 15 ribu untuk kendaraan dan sopir, Rp 3 ribu per kepala, Rp 15 ribu jasa dermaga dan penumpukan barang.

Penulis: Sukmawati Ibrahim | Editor: Imam Wahyudi
sukmawati/tribun-timur.com
uasana di pelabuhan paotere makassar 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) Cabang Makassar menegaskan, tarif yang tertera dalam pas masuk Pelabuhan Paotere sudah sesuai dengan Peraturan Direksi (PD) dan Kesepakatan Bersama dengan asosiasi yang berada di pelabuhan rakyat tersebut.

Nilainya sebesar Rp 15 ribu untuk kendaraan dan sopir, Rp 3 ribu per kepala, Rp 15 ribu jasa dermaga dan penumpukan barang.

Demikian disampaikan General Manager (GM) PT Pelindo IV Cabang Makassar, Aris Tunru.

Ia mengatakan, tarif pas masuk Pelabuhan Paotere yang tertera di setiap karcis yang diberikan petugas di pintu masuk kepada setiap pengunjung merupakan tarif resmi.

“Berdasarkan Peraturan Direksi dan juga kesepakatan bersama dengan asosiasi yang ada di dalam Pelabuhan Paotere,” jelas Aris, Selasa (26/5/2020).

Ia menyebutkan, tarif pas masuk yang sebesar Rp 15 ribu untuk jasa dermaga dan penumpukan barang dikenakan kepada setiap pengunjung yang membawa barang, misalnya dalam kendaraan mini bus atau mobil pikap.

“Tarif jasa dermaga dan penumpukan barang yang dipungut dari setiap pengunjung per sekali masuk, sesuai Peraturan Direksi PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) Nomor PD 31 Tahun 2006 tanggal 14 Desember 2006 serta Kesepakatan Bersama No BA 20/KB.501/1/POT-2015 tanggal 14 Desember 2015,” sebutnya.

Untuk kendaraan yang masuk juga dikenakan biaya Pas Kendaraan sebesar Rp 15 ribu per sekali masuk dan sudah termasuk supir.

Tarif yang diberlakukan sesuai Peraturan Direksi PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) Nomor PD 14 Tahun 2008 tanggal 04 Juni 2008 serta Kesepakatan Bersama No 19/HK/301/4/MKS-2017 dan No. 019/DPC/PELRA/MKS/IX/2017 tanggal 04 September 2017.

“Sementara pas masuk per orang yang sebesar Rp3.000, itu sesuai Peraturan Direksi PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) Nomor PD 14 Tahun 2008 tanggal 04 Juni 2008 serta Kesepakatan Bersama No 19/HK/301/4/MKS-2017 dan No 019/DPC/PELRA/MKS/IX/2017 tanggal 04 September 2017,” bebernya.

Aris menambahkan, Pelabuhan Paotere merupakan pelabuhan rakyat yang di dalamnya terdapat aktivitas kepelabuhanan.

Mulai dari keluar masuk barang dari berbagai wilayah yang diangkut dengan menggunakan kapal-kapal phinisi atau kapal kayu.

Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved