Salat Idulfitri1441 H

Begini Pengalaman Warga Wajo Salat Id di Rumah

Pandemi memaksa sebagian orang untuk tetap melakukan apapun di rumah saja. Termasuk salat Id

Muhammad Asrul Asmar
Keluarga Muhammad Asrul Asmar (26) saat salat id di kediamannya di Kecamatan Pitumpanua, Kabupaten Wajo, Minggu (24/5/2020) kemarin. 

TRIBUNWAJO.COM, PITUMPANUA - Idulfitri 1441 H adalah sejarah. Salat Id dilakukan di rumah saja, tanpa keramaian sebagaimana tahun-tahun sebelumnya.

Pandemi memaksa sebagian orang untuk tetap melakukan apapun di rumah saja. Termasuk salat Id yang identik dengan keramaian, keriuhan, tanah lapang, dan salam-salaman.

"Sebenarnya lebih bagus kalau lebaran di masjid karena bisa berbondong-bindong, bisa saling sapa, berjabat tangan dengan keluarga, sahabat, tetangga dan handai taulang," kata salah satu warga Kabupaten Wajo, Muhammad Asrul Asmar (26) kepada Tribun Timur, Senin (25/5/2020).

Kabupaten Wajo adalah salah satu kabupaten yang memberlakukan aturan salat Id di rumah selama masa pandemi virus corona.

Meski sebagian masyarakat tetap ngotot dan ngeyel salat di masjid lalu mengabaikan edaran Bupati Wajo, Asrul adalah sebagian pula yang taat pemerintah.

Bersama keluarganya di Kecamatan Pitumpanua, Asrul melaksanakan salat Id di kediamannya, Minggu (24/5/2020) kemarin.

Menurutnya, lebaran di masjid tentu saja berbeda dengan di rumah saja, apalagi ini adalah pertama kalinya.

"Cuma bagusnya ini lebaran di rumah bisa kumpul sama keluarga merupakan satu momen yang langka dan lebih khusyu karena tidak ada gangguan, apalagi kita harus taat sama aturan pemerintah dan ulama," kata alumni Universitas Fajar Makassar itu.

Saat khutbah Idulfitri, keluarganya mengangkat tema beribadah di tengah pandemi. Cocok dengan situasi saat ini.

Sebagaimana yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Usamah bin Zaid, Nabi Muhammad saw bersabda, "Tha’un (wabah penyakit menular) adalah suatu peringatan dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala untuk menguji hamba-hamba-Nya dari kalangan manusia. Maka apabila kamu mendengar penyakit itu berjangkit di suatu negeri, janganlah kamu masuk ke negeri itu. Dan apabila wabah itu berjangkit di negeri tempat kamu berada, jangan pula kamu lari daripadanya.”

Halaman
12
Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved