Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Ramai Stadion Mattoanging Jadi Kebun Sayur, Begini Kisahnya, Hanya Pria Ini yang Berani, untuk Apa?

Dia juga merupakan orang yang merawat rumput stadion baik di dalam maupun di luar.

Editor: Ina Maharani
TRIBUN TIMUR/WAHYU SUSANTO
Kondisi Stadion Mattoanging, Makassar yang beralih fungsi jadi kebun pada area tribun terbuka setelah lama tidak digunakan, Rabu (20/5/2020). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Virus Corona (Covid-19) membuat pemberhentian event sepak bola terjadi diberbagai negara di seluruh dunia termasuk Indonesia.

Ini dilakukan untuk meredam penyebaran virus lantaran ajang ini melibatkan banyak orang utamanya penonton.

Tak terkecuali beragam kompetisi sepakbolah di tanah air.

Kompetisi sepak bola tanah air, Liga 1 dan Liga 2 sendiri, sejatinya telah resmi dihentikan sementara sejak 14 Maret.

Alhasil, seluruh klub juga meliburkan pemain dari aktivitas sepak bola.

Salah satunya PSM Makassar telah meliburkan para pemain, staf pelatih hingga official sejak 16 Maret sampai saat ini, Jumat (22/5/2020).

Namun ada pula sebagian kecil orang-orang terdampak pemberhentian liga dan harus banting setir untuk memenuhi kebutuhan perut.

Adalah Bece yang diketahui sebagai petugas kebersihan di Stadion Mattoanging, Makassar dan tinggal di sana.

Dia juga merupakan orang yang merawat rumput stadion baik di dalam maupun di luar.

Lantas baru-baru ini, beredar di berbagai media sosial dia menyulap sebagian tribun terbuka Mattoanging menjadi kebun.

Dia menanaminya dengan sayur mayur seperti sawi hijau dan kangkung.

Tribun Timur yang mendatangai area tersebut emang ditanami sayur.

Lokasinya terletak di bagian utara tribun terbuka Mattoanging dan beberapa sayur sudah siap panen.

Ada juga area yang masih digarap dan belum ditumbuhi tanaman.

Sanusi alias Bece berkisah menyulap sebagian area tribun terbuka Mattoanging menjadi kebun sudah biasa.

Utamanya jika kompetisi memasuki libur panjang (pra musim) dan lain sebagainya.

Sebab saat liga tidak ada, pemasukannya dari pengelola juga disetop.

"Makanya inimi yang dilakukan (menanam sayur) kalau tidak ada kompetisi. Apalagi liga dihentikan karena Corona, daripada tidak dipakai mending ditanami sayur," ujar Bece.

Hasil panen sayur ini kata Bece juga tidak dinikmati seorang diri.

Melainkan dibagikan ke beberapa warga yang tinggal di dalam maupun disekitar Stadion Mattoanging.

Menurutnya, dampak Virus Corona sangatlah besar bagi masyarakat kecil semisal dirinya.

Oleh sebab itu, salah satu langkah yang diambil adalah menanam sayur dan dibagikan kembali.

"Ini saya tanam selama ada Covid-19, hasilnya kita bagi-bagi di dalam gedung stadion dan tukang becak. Kalau ini kangkung dibeli di pasar harganya 5000, satu ikat uang lagi keluar," jelasnya.

Ia menambahkan, pihak pengelola stadion juga tidak melarangnya untuk menyulap sebagian area menjadi kebun.

Sebab sejauh ini, pihak pengelola yang diketahui masih dipegang Yayasan Olahraga Sulawesi Selatan (YOSS) memberikan kebebasa.

Bahwa, selama tanaman tersebut berstatus jangka pendek tak masalah ditanami.

Asalkan tanaman tersebut tidak masuk dalam golongan yang tinggi seperti pohon pisang, dan lain sebagainya

"Kalau di kampung 20 sampai 25 hari siap panen. Karena tidak ada kegiatan kita manfaatkan ini lahan," imbuhnya.

Media Officer PSM Makassar, Sulaiman Abdul Karim yang dikonfirmasi terpisah menambahkan pihaknya lepas tangan dengan adanya kebun dalam stadion.

Sebab sejauh ini, PSM Makassar merupakan pihak ketiga untuk menggunakan stadion sebagai markas di Liga 1.

"PSM adalah penyewa. Kami menyewa untuk pertandingan dan latihan. Jadi selama masa pandemi dan latihan sekaligus pertandingan ditiadakan, kami tidak tahu sama sekali bagaimana kondisi stadion," tegas Sulaiman Abdul Karim.

- Belum Dapat Kunci dari YOSS

Pihak YOSS disebut-sebut Bece yang memberinya izin untuk mengelola area stadion menjadi kebun.

Walau diketahui, status stadion telah resmi jatuh ke tangan Pemprov Sulsel beberapa waktu lalu.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Sulsel, Andi Arwin Azis juga tidak mengetahu adanya kebun di Mattoanging.

Meski demikian, pihaknya memang mengakui jika pengelolaan belum jatuh ke tangannya.

"Karena kami belum dapat kunci Stadion Mattoanging," ungkap Andi Arwin Azis.

Namun pihaknya tetap menjalankan proses rehabilitasi stadion.

Bahkan proses audit dinyatakan selesai sekaligus disusun penyusunan dokumen DELH/Amdal.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved