Khazanah Sejarah

Perbedaan yang Disyariatkan vs Perbedaan Tercela

Catatan dari Diskusi Online di Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin Makassar

TRIBUN TIMUR/DESI TRIANA ASWAN
Prof Dr Ahmad M Sewang MA 

Catatan dari Diskusi Online di Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin Makassar (3-Habis)

Oleh: Ahmad M Sewang
Guru Besar UIN Alauddin Makassar - Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) Ikatan Masjid Mubalig Indonesia Muttahidad (IMMIM)

Sejak periode Nabi, sudah muncul perbedaan di kalangan para sahabat tentang beberapa masalah.

Untungnya masa itu, bisa langsung ditanyakan pada Nabi dan Nabi pun langsung meresponnya.

Dengan wibawa dan leadershif Nabi serta otoritas yang beliau miliki, masalah yang muncul langsung bisa selesai.

Perlu diketahui bahwa di masa Nabi, perbedaan itu tidak ada yang sampai meningkat menjadi perselisihan satu dengan yang lain.

Berdamai bukan Bersantai dengan Covid-19

Sebagai contoh antara Abubakar a.s. yang sering dicitrakan oleh para penulis sejarah sebagai al-rahmah lebih menonjol kasih sayangnya.

Sebaliknya Umar ibn Khattab a.s yang dicitrakan al-quwwah dan al-syiddah lebih menonjol ketegasan dan kekuatan.

Ketika Nabi meminta pandangan keduanya tentang menyikapi tawanan perang.

Demikian pula sahabat Nabi, antara Ibn Umar dan Ibnu Abbas tentang menyentuh perempuan dalam keadaan wuduk.

Halaman
123
Editor: Jumadi Mappanganro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved