5 Fakta Pejabat UNJ Ditangkap karena Suap THR ke Pejabat Kemendikbud, Peran Rektor UNJ Komarudin

Deretan 5 fakta pejabat UNJ ditangkap karena suap THR ke pejabat Kemendikbud, peran Rektor UNJ Komarudin.

DOK IKA UNJ
Rektor UNJ, Komarudin. Deretan 5 fakta pejabat UNJ ditangkap karena suap THR ke pejabat Kemendikbud, peran rektor. 

JAKARTA, TRIBUN-TIMUR.COM - Deretan 5 fakta pejabat UNJ ditangkap karena suap THR ke pejabat Kemendikbud, peran Rektor UNJ Komarudin.

Petugas Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK melakukan operasi tangkap tangan di lingkup Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI atau Kemendikbud pada Rabu (20/5/2020) sekitar pukul 11.00 WIB.

Mereka yang diduga terlibat merupakan pejabat Kemendikbud dan Universitas Negeri Jakarta atau UNJ.

Tangkap tangan ini terkait dengan uang Tunjangan Hari Raya atau THR.

Selengkapnya, berikut fakta terkait OTT tersebut.

1. Sosok yang ditangkap

KPK menangkap tangan Kabag Kepegawaian UNJ bernama Dwi Achmad Noor atau inisial DAN di lingkup Kemendikbud pukul 11.00 WIB, Rabu (20/5/2020).

"Benar, pada hari Rabu tanggal 20 Mei 2020 sekitar pukul 11.00 WIB, KPK bekerja sama dengan Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemendikbud telah melakukan kegiatan tangkap tangan di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan," ujar Deputi Bidang Penindakan KPK Karyoto dalam keterangan tertulis, Kamis (21/5/2020) malam.

2. Ada penyerahan uang dari Rektorat UNJ ke pejabat Kemendikbud

Menurut Karyoto, tangkap tangan berawal dari informasi yang disampaikan Inspektorat Jenderal Kemendikbud. Laporan itu terkait penyerahan sejumlah uang yang diduga dari pihak Rektorat UNJ kepada pejabat di Kemendikbud.

Halaman
123
Editor: Edi Sumardi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved