Salat Idulfitri

Bupati Mamasa Tegaskan Salat Id di Masjid atau Lapangan Terbuka Ditiadakan

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyebut sejumlah daerah yang masuk dalam zona hijau bisa menggelar Salat Idulfitri di masjid atau lapangan.

semuel
Bupati Mamasa H Ramlan Badawi 

TRIBUNMAMASA.COM, MAMASA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyebut sejumlah daerah yang masuk dalam zona hijau atau wilayah terkendali Covid-19, bisa menggelar Salat Idulfitri di masjid atau lapangan terbuka.

Namun, di wilayah zona tidak terkendali tetap tidak boleh menggelar salat berjamaah.

Salah satu indikasi daerah masuk dalam klaster terkendali Covid-19, adalah angka kasus penyebaran yang landai.

Meski Mamasa masih termasuk zona hijau, Bupati Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat H Ramlan Badawi menegaskan agar Salat Id dilakukan di rumah.

Ia menyampaikan, kebijakan itu diambil dari hasil rapat antar pemerintah daerah dan seluruh anggota forum koordinasi pimpinan Kabupaten Mamasa serta instansi terkait.

Menurut Ramlan, sesuai penyampaian dari pusat, bagi zona hijau yang terkendali covid-19, diperbolehkan melakukan Salat Id.

Namun dengan berbagai pertimbangan, pihaknya bersama Forkopimda dan MUI Kabupaten Mamasa beserta Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mamasa, menyepakati agar Salat Id berjamaah di masjid ataupun di lapangan ditiadakan.

"Sesuai kesepakatan dan saran dari Kementerian Agama Sulbar, Salat Id dilakukan di rumah masing-masing. Dengan segala pertimbangan dampak covid-19 dan kondisi Mamasa, maka Salat Id berjamaah ditiadakan," ungkap Ramlan kepada wartawan di simpang lima kota Mamasa Rabu (20/5/2020).

Bukan hanya Salat Id, kata Ramlan, takbiran dan halalbihalal juga ditiadakan sementara.

Dijelaskan Ramlan, kebijakan itu terpaksa dilakukan dengan mempertimbangkan kemungkinan penularan covid-19.

Halaman
12
Penulis: Semuel Mesakaraeng
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved