Terpidana Narkotika Paling Banyak Dapat Program Asimilasi di Rutan Bantaeng

Tahanan yang paling banyak mendapat program asimilasi di Kabupaten Bantaeng adalah mereka yang berkasus narkotika.

Edi Hermawan/tribunbantaeng.com
Kepala Rutan kelas IIB Bantaeng Muhammad Ishak. 

TRIBUNBANTAENG.COM, BANTAENG - Rumah Tahanan Negara (Rutan) kelas II B Bantaeng, memberikan program asimilasi kepada para tahanan.

Tahanan yang paling banyak mendapat program asimilasi di Kabupaten Bantaeng adalah mereka yang berkasus narkotika.

Kepala Rutan kelas II B Bantaeng, Muhammad Ishak mengatakan, tahanan yang paling banyak mendapat program asimilasi adalah tahanan kasus narkotika yaitu, 17 tahanan.

"Kasus narkotika bandar, pengedar dan produsen 7 tahanan, dan narkotika pengguna 10 tahanan," kata Muhammad Ishak, saat di temui TribunBantaeng.com, di Rutan Bantaeng, Jl Seruni, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng, Selasa (19/5/2020).

Namun, tidak semua tahanan narkotika mendapat program asimilasi, mereka yang dapat hanya yang dihukum di bawah lima tahun penjara, jelasnya.

Kemudian disusul tahanan kasus pencurian 11 orang, kasus penganiayaan 5 orang, kasus perikanan 2 orang, kasus penipuan 2 orang, Lakalantas 2 orang, dan penggelapan 1 orang.

Total seluruh tahanan yang mendapat program asimilasi berjumlah 41 orang hingga saat ini, ujarnya.

Nantinya, program asimilasi akan terus berjalan dan diberikan kepada para tahanan yang sudah menjalani stengah dari hukumannya.

"Program asimilasi akan terus berjalan sampai kondisi penyebaran Covid-19 selesai," ucapnya.

Penulis: Achmad Nasution
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved