Dialog Forum Dosen

Fatimah Kalla: Tabungan Usaha Paling Lama Bisa Dipakai 3-4 Bulan

Ia menyampaikan capaian penjualan Toyota Kalla sebagai main dealer merk Toyota di Indonesia timur masih bergerak positif.

Penulis: Muh. Hasim Arfah | Editor: Imam Wahyudi
Fatimah Kalla: Tabungan Usaha Paling Lama Bisa Dipakai 3-4 Bulan
Ist
Forum Dosen Tribun Timur akan melaksanakan dialog virtual dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional, Selasa (19/5/2020).

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Komisaris Utama Kalla Group, Fatimah Kalla menyampaikan saat ini omzet Kalla Group sangat berpengaruh di era Covid-19.

Hal ini dia sampaikan dalam Virtual Dialog Series #3 Forum Dosen dengan tema "Covid-19: Kemana Arah Skenario Pemulihan Ekonomi" yang disiarkan langsung Fanpage Tribun Timur dan Kanal YouTube Tribun Timur, Selasa (19/5/2020).

"Kalau omzet berpengaruh, karena market yang menurun. Misalnya, sektor pariwisata, transportasi karena pergerakan orang terhenti, hanya sektor kebutuhan dasar yang bisa bergerak saat ini," katanya mantan Direktur Utama Kalla Group ini.

Ia menyampaikan capaian penjualan Toyota Kalla sebagai main dealer merk Toyota di Indonesia timur masih bergerak positif.

"Seperti otomotif, dulu dealer Toyota secara nasional berada diposisi kelima, tidak sebesar Jawa dan Sumatera. Sekarang, kita berada di posisi kedua terbesar secara nasional, kita masih ditunjang dengan wilayah yang belum menerapkan PSBB di sekitar Makassar," katanya.

Selama masa pandemi Covid-19 ini, Fatimah Kalla menyampaikan, manajemen Kalla Group melakukan rapat dengan menggunakan teknologi video conference.

"Kalau masalah beginian, bagaimana cara berinovasi, kita bangkitlah pasti," katanya.

Tetapi, Fatimah Kalla mengatakan, selama masa dan pasca pandemi membutuhkan dukungan pemerintah.

"Kalau ekonomi dibuka kembali, maka perlu sokongan pemerintah di masalah kebijakan kucuran likuiditas perbankan.
Saat ini kami memakai tabungan usaha. Kalau perusahaan di atas 250 karyawan, masih bertahan 3-4 bulan, sehingga dukungan ke depannya itu perlu bantuan pemerintah. Bagaimana mendapatkan akses cash flow dengan modal kerja cepat," katanya.

Sehingga, pengusaha membutuhkan bantuan perbankan untuk menangguhkan kredit.

"Pengusaha dalam posisi survival, sehingga kami potong pengeluaran, beberapa pengeluaran kami potong.
Bagaimana cost yang bisa dikurangi dulu. Kami berikan contoh di bawah, gaji karyawan atas kita tangguhkan karena masalahnya saat ini adalah cash flow," katanya.

Beberapa yang membuat berat pengusaha adalah membayarkan Tunjangan Hari Raya (THR) di masa pandemi Covid-19. Sehingga, ada dua pengeluaran setiap bulan.

"Kami komunikasi ke karyawan supaya
kita juga mencicil 2-3 bulan THR itu.
Karena saat ini juga pengeluaran karyawan tak banyak selama work from home," katanya.

Terakhir, Fatimah Kalla meminta pemerintah untuk transparan mengeluarkan kebijakan publik.

"Paling penting, Pemerintah harus transparan, antara pejabat satu dan yang lain berbeda," katanya.

Ia juga menyampaikan, sering kali informasi Pemerintah pusat dan daerah terjadi simpang siur data dan penyataan.

"Komunikasi ke dunia usaha masih kurang. Misalnya, yah kami kan mempunyai mall. Ini ada katanya, tutup dan buka mall, ada juga simpang siur apakah masjid bisa dibuka saat lebaran atau tidak," katanya.

Sumber: Tribun Timur
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved