Live Forum Dosen

Fatimah Kalla Minta Pemerintah Tegas Jangan Bikin Pernyataan Membingungkan, Pj Walikota Manggut

Fatimah Kalla Minta Pemerintah Tegas Jangan Bikin Pernyataan Membingungkan, Pj Walikota Manggut

Penulis: Abdul Azis | Editor: Mansur AM
TRIBUN-TIMUR.COM
Fatimah Kalla Minta Pemerintah Tegas Jangan Bikin Pernyataan Membingungkan, Pj Walikota Manggut 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR, - Komisaris Kalla Group Fatimah Kalla meminta pemerintah untuk bersikap tegas menghadapi pandemi global Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

'Namanya, pemerintah itu ya memerintah, bikin perintah. Bukan membuat himbauan, apalagi bikin pernyataan yang lain di pusat, lain di daerah. jangan bikin pernyataan bikin bingung kami-kami," kata Fatimah saat menjadi salah satu pemantik dialog webilog Forum Dosen majelis Tribun Timur, Selasa (19/5/2020) sore.

Pj Wali Kota Makassar Prof Dr Yusran Yusuf yang juga hadir sebagai pembicara dalam diskusi virtual itu, manggut-manggut mendengarkan pernyataan mantan CEO Kalla Group ini.

Pj Wali Kota Makassar Prof Yusran Yusuf narasumber diskusif live Forum Dosen Majelis Tribun Timur bahas kebijakan di tengah Pandemi Corona, Selasa (19/9/2020)
Pj Wali Kota Makassar Prof Yusran Yusuf narasumber diskusif live Forum Dosen Majelis Tribun Timur bahas kebijakan di tengah Pandemi Corona, Selasa (19/9/2020) (TRIBUN-TIMUR.COM)

Sehari setelah dilantik jadi PJ Wali Kota profesor kehutanan ini menyatakan menyerukan akan membuka mal, dan mengizinkan masyarakat salat ied di masjid.

Namun, sehari kemudian, Pj Walikota yang juga Kepala Bappeda Sulsel ini, menyatakan bahwa sebaiknya warga jangan shalat di masjid saat lebaran.

Selain Fatimah, pemantik diskusi virtual ini antara lain Dr Andrianof Chaniago mantan Menteri Bappenas RI, ekonom Unhas Prof Dr Marzuki DEA, budayawan Prof Dr Qasim Mathar MA, ekonom senior Drs Madjid Sallatu, dan Dr Adi Suryadi Culla, sebagai pemandu.

Dalam webilog yang disiarkan lamgaung di channel YouTube Tribin Timur (1,3 juta subscriber) dan Facebook Tribun Timur (789 K follows) ini, Fatimah yang juga sarjana farmasi dari Unhas ini, mengingatkan jika sekiyar 89 % hingga 75% kalangan pemgusaha mengalami dampak pandemi global ini.
Dia menyebutkan, saat pasar lesu karena korona, kini kalangan pengusaha memainkan cash flow, bagimana mengatasi biaya dengan sejumlah penyesuaian yang mengarah ke penghematan.

Hampir semua pengusaha kini memguras tabungan mereka, untuk membayar gaji, membayar THR, dan dipaksa beradaptasi dengam social distancing ini.
Saat ini, pengusaha tak lagi mencari untung melainakan bertahan.

Dia memproyeksi bisnis akan normal di paruh kedua dan ketiga tahun 2021.

"Perusahaan yang karyawannya diatas 250 orang, yang lebih mapan dan punya kultur inovasi relatif bisa bertahan, meski dengan sejumlah penyesuaian yang New Normal, namun yang skala UKM, akan sangat kewalahan."

Dia berharap, selain stimuli finansial dan kebijakan pelonggaran pajak dan beban keuangan, kalangan pengusaha menunggu sikap tegas pemerintah dalam mengatasi penyebaran virus ini.

Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved