Breaking News:

Warga Nekat Mandikan Jenazah Pasien Virus Corona / Covid-19, Petaka Pun Timpa Mereka

Warga nekat mandikan jenazah pasien Virus Corona / Covid-19, petaka pun timpa mereka.

Editor: Edi Sumardi
AFP/BAY ISMOYO
Ilustrasi. Keluarga korban virus corona ( Covid-19 ) berdoa di depan makam di sebuah Taman Pemakaman Umum (TPU), di Jakarta, Rabu (15/4/2020). Proses pemakaman korban positif Covid-19 maupun yang masih berstatus pasien dalam pemantauan (PDP) harus mengikuti protokol kesehatan, yakni antara lain petugas mengenakan alat pelindung diri (APD), jenazah segera dikuburkan, dan keluarga yang hadir dibatasi seminimal mungkin. 

SIDOARJO, TRIBUN-TIMUR.COM - Warga nekat mandikan jenazah pasien Virus Corona / Covid-19, petaka pun timpa mereka.

Akibat melanggar protokol penyelenggaraan jenazah pasien Covid-19, warga pun tertular.

Belasan warga sebuah dusun di Kecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur ( Jatim ), dinyatakan positif Covid-19.

Warga memiliki riwayat membuka peti, membuka bungkus plastik bahkan memandikan jenazah yang sudah dinyatakan positif terinfeksi Covid-19.

Wakil Bupati Sidoarjo, Nur Achmad Syaifuddin, mengaku sudah sudah membatasi akses ke dusun tersebut termasuk menutup sarana ibadahnya.

"Yang PDP banyak, yang positif Covid-19 ada 15," katanya usai penyerahan BLT Dana Desa di Balai Desa Brebek, Sidoarjo, Minggu (17/5/2020).

Pihaknya mengaku terlambat mendapatkan kabar dan melakukan penanganan, sehingga virus bisa cepat menyebar.

"Kejadiannya sudah 2 pekan yang lalu," jelasnya.

Informasi yang diterimanya, ada warga setempat meninggal dunia di rumah sakit dan sudah dinyatakan positif Covid-19, namun keluarga tetap meminta jenazah dipulangkan ke rumah duka.

Lalu jenazah yang sudah dibungkus plastik sesuai SOP pemulasaraan jenazah Covid-19 pun akhirnya dibuka.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved