Breaking News:

Tribun Luwu

Bulog Pammanu Luwu Dituding Bermain Saat Sortir Beras Pedagang

Seorang pedagang beras sekaligus mitra Bulog asal Luwu, Rudi, mengeluhkan pengambilan sampel dengan cara digancu berulang kali.

Penulis: Chalik Mawardi | Editor: Sudirman
DOK KEMENTAN RI
Gudang beras Bulog. 

TRIBUNLUWU.COM, BELOPA UTARA - Sejumlah pedagang beras mengeluhkan proses penyortiran di Gudang Bulog Pammanu, Kelurahan Pammanu, Kecamatan Belopa Utara, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.

Pedagang menuding, pemeriksaan kualitas beras tidak sesuai prosedur.

Beras yang diperiksa pada setiap karung diduga dimainkan petugas Bulog.

Seorang pedagang beras sekaligus mitra Bulog asal Luwu, Rudi, mengeluhkan pengambilan sampel dengan cara digancu berulang kali.

"Dalam sekarung beras kadang berkurang 500 gram sampai satu kilogram, dikali berapa karung," beber Rudi, Minggu (17/5/2020).

Bahkan, lanjut dia beras yang sudah dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) tetap diambil sampelnya.

"Kami tidak masalah kalau memang ditolak, tapi kenapa masih disortir bahkan beras berkurang sampai satu kilogram, itu yang kami sayangkan," paparnya.

Kepala Gudang Bulog Pammanu, Rifianti Rasyid, saat dikonfirmasi menanggapi keluhan ini.

Menurut dia, pengambilan sampel beras kurang lebih 200 gram per karung, tidak sampai satu kilogram.

"Saya sampaikan bahwa itu tidak benar kalau kami sortir beras sampai satu kologram per karung. Sortiran hanya kurang lebih 200 gram saja," katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved