Human Interest Story

Kisah Meryati Kepala SD di Mamasa Mengajar dari Rumah ke Rumah Muridnya yang Terkendala Internet

Beberapa bulan terakhir, pemerintah juga mengambil kebijakan bagi sekolah dasar dan taman kanak-kanak untuk belajat melalui program televisi.

semuel/tribunmamasa.com
Meryati saat mengajar di rumah muridnya di Desa Buntubuda 

TRIBUNMAMASA.COM, MAMASA - Hampir seluruh sekolah di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat hingga saat ini masih saja diliburkan akibat pandemi corona virus disease atau Covid-19.

Akibatnya, aktivitas belajar mengajar yang biasanya dilakukan secara langsung didalam ruangan sekolah, kini diganti dengan belajar dari rumah melalui sarana dalam jaringan (daring) maupun luar jaringan (luring).

Beberapa bulan terakhir, pemerintah juga mengambil kebijakan bagi sekolah dasar dan taman kanak-kanak untuk belajat melalui program televisi.

Namun tidak semua peserta didik maupun guru memiliki kemampuan untuk mengakses platform pembelajaran daring secara optimal.

Dampaknya, banyak murid SD terkesan terlantar lantaran akses internet dan fasilitas tidak dimiliki semua orangtua murid, apalagi mereka yang tinggal di kampung-kampung.

Tak ingin melihat kondisi tersebut sejumlah guru di Mamasa melakukan proses belajar dan mengajar dari rumah ke rumah peserta didiknya.

Salah satunya Guru Sekolah Dasar Negeri 008 Buntubud, Kecamaatan Mamasa.

Sejumlah guru di sekolah ini relah mendatangi muridnya dari rumah ke rumah untuk memberikan pelajaran.

Salah satu dari mereka adalah Meryati (51), Kepala SD 008 Buntubuda.

Warga Desa Buntubuda ini mengaku tak ingin melihat muridnya ketinggalan mata pelajaran, hingga ia rela melakukan tugasnya sebagai seorang guru di tengah pandemi covid-19.

Halaman
123
Penulis: Semuel Mesakaraeng
Editor: Imam Wahyudi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved