Penangkapan Satu Keluarga di Tompobulu

Kepada Polisi, Kakak di Bantaeng Ungkap Alasan Tega Bunuh Adiknya dengan Sadis

Aparat Polres Bantaeng mengungkapkan dugaan motif kasus dua kakak kandung yang tega menghabisi adiknya, ROS (16).

Polres Bantaeng
Kapolres Bantaeng, AKBP Wawan Sumantri menunjukkan barang bukti berupa golok yang digunakan pelaku saat membunuh adik kandungnya Ros (16), Rabu (13/4/2020). 

TRIBUNBBANTAENG.COM, BANTAENG - Aparat Polres Bantaeng mengungkapkan dugaan motif kasus dua kakak kandung yang tega menghabisi adiknya, ROS (16) dengan sadis karena siri atau malu karena korban diduga menjalin hubungan di luar nikah.

Siri' merupakan budaya Bugis-Makassar berhubungan dengan harga diri pribadi, atau harkat dan martabat keluarga. Siri’ jenis ini adalah sesuatu yang tabu dan pantang untuk dilanggar karena taruhannya adalah nyawa.

Kepolres Bantaeng, AKBP Wawan Sumantri, Rabu (13/5/2020) mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan keluarga korban, korban disebut selalu pingsan kemudian muntah-muntah serta sering kesurupan.

Untuk itu, keluarga berupaya mengobati ROS dengan cara memanggil orang pintar atau semacam dukun yang dapat mengobati.

Sembilan anggota keluarga yang diperiksa juga menuturkan bahwa korban mengakui perbuatannya sehari sebelum kejadian naas itu.

"Pada hari kejadian, dari pembicaraannya menyampaikan dengan keluarga pernah berhubungan dengan Usman," jelasnya.

Kemudian, setelah mendengar pengakuan Ros, Darwis (kepala keluarga), Rahman (anak pertama), dan Anto (anak keempat) menanyakan kebenarannya kepada Usman yang pada saat itu berada di rumah kejadian. Usman juga dituduh telah melakukan guna-guna kepada korban.

Namun, karena Rahman sudah terlanjur marah kemudian langsung memukul Usman menggunakan kayu.

Setelah itu, Usman lari meninggalkan rumah tersebut karena merasa tidak melakukan apa yang dituduhkan.

Kemudian, Usman dikejar oleh Rahman dan Anto hingga ke depan rumah Usman.

Pada saat itu, Usman langsung ditikam tetapi hanya berhasil melukai bagian telinganya. Setelah itu Usman berhasil kabur dengan cara masuk ke dalam rumahnya.

"Korban menyampaikan pernah berhubungan dengan Usman, sehingga keluarga malu, harga dirinya runtuh sehingga korban dibunuh," tuturnya.

Meski begitu, untuk memastikan motif pembunuhan sadis yang dilakukan dua kakak kandung kepada adiknya, penyidik Polres Bantaeng masih melakukan pendalaman dan pemeriksaan saksi-saksi serta pengumpulan bukti-bukti.

Diberitakan sebelumnya, satu keluarga di Desa Pattaneteang, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi-selatan, ditangkap personel Kepolisian Resor (Polres) Bantaeng, Sabtu (9/5/2020).

Mereka ditangkap lantaran diduga melakukan pembunuhan terhadap keluarganya sendiri.

Korban adalah seorang pelajar Inisial Ros (16), yang ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan.

Pasalnya, terdapat beberapa bekas tebasan senjata tajam di punggungnya dan luka yang menganga di lehernya akibat digorok.(*)

Laporan Wartawan Tribunbantaeng.com, Achmad Nasution

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur: 

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

(*)

Penulis: Achmad Nasution
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved