Tribun Wajo

Tujuh Item Proyek di Desa Lapaukke Wajo Diduga Bermasalah, Bakal Dilidik Polisi

Olehnya, Lembaga Investigasi Nasional Independen (LINI) melaporkan hal itu ke Polres Wajo, Rabu (13/5/2020).

hardiansyah abdi gunawan
Kasat Reskrim Polres Wajo, AKP Bagas Sancoyoning Aji. 

TRIBUNWAJO.COM, SENGKANG - Sejumlah proyek pembangunan di Desa Lapaukke, Kecamatan Pammana, Kabupaten Wajo dinilai bermasalah.

Olehnya, Lembaga Investigasi Nasional Independen (LINI) melaporkan hal itu ke Polres Wajo, Rabu (13/5/2020).

"Berdasarkan temuan kami di lapangan ada tujuh proyek pembangunan tahun 2018-2019, yang kami duga telah di markup oleh Pak Desa, sehingga mengakibatkan kerugian negara," kata Koordinator LINI Kabupaten Wajo dan Kabupaten Soppeng, Andi Miras Irawan.

Lebih lanjut, ketujuh item yang disebutkan adalah pertama, perintisan dan perkerasan jalan tani di Dusun Patris pada 2018 dengan nilai anggaran Rp 219.070.350.

Kedua, pembangunan plat duiker dan penimbunan badan jalan di Dusun Patris pada 2019, dengan nilai anggaran Rp 35.894.633.

Ketiga, perkerasan jalan tani Kampung Pabere pada 2019, nilai anggaran Rp 286.745.400.

Keempat, perkerasan jalan pekuburan Mallimongeng pada 2019, dengan nilai anggaran Rp 143.915.900.

Kelima, perkerasan jalan pekuburan Kampong Tembok pada 2019, nilai anggaran Rp 118.135.200.

Keenam, pembangunan posyandu dan mobiler Dusun Sumpangale pada 2018, nilai anggaran Rp 119.328.657. Ketujuh, pemeliharan jalan Dusun Bila dekat SMPN 3 Pammana, pada 2019, dengan nilai anggaran Rp 52.540.800.

"Estimasi total kerugian negara yang ditimbulkan dari tujuh item pekerjaan itu sekitar 500 juta, sangat jelas indikasi korupsinya," katanya.

Halaman
12
Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved