Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Said Didu

Ratusan Pengacara di Makassar Minta Hentikan Kriminalisasi Terhadap Said Didu

Dukungan ini datang dari 115 pengacara yang tergabung dalam Solidaritas Advokat Makassar, di Sulawesi Selatan.

Penulis: Hasan Basri | Editor: Suryana Anas
TRIBUN TIMUR/HASAN BASRI
Pengacara tergabung dalam Solidaritas Advokat Makassar minta hentikan kriminalisasi terhadap Said Didu 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR --Gelombang dukungan mengalir deras untuk mantan Sekretaris BUMN
Muhammad Said Didu yang dilaporkan ke Bareskrim Polda Metro Jaya oleh tim kuasa hukum Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Dukungan ini datang dari 115 pengacara yang tergabung dalam Solidaritas Advokat Makassar, di Sulawesi Selatan.

Solidaritas ini merupakan sebagai salah satu wadah para Advokat lintas  organisasi profesi Advokat di Makassar yang concern terhadap isu-isu demokratisasi
dan keadilan.

Mereka mendesak Presiden dan Kapolri agar menghentikan segera prroses hukum terhadap M. Said Didu karena merupakan bentuk krriminalisasi.

Menurutnya Ini adalah upaya pembungkaman suara kritis,  kebebasan berpendapat dan menyampaikan Informasi yang berdampak  pada semakin mundurnya perlindungan hak hak kebebasan berpendapat

Karena telah melanggar Hak Asasi Manusia serta mengancam kehidupan berdemokrasi di negeri Ini.

"Kepolisian Republik Indonesa harus menolak dan tidak meneruskan  pengaduan Luhut Binsar Panjaitang Selaku Menteri Kordinator Maritim dan Investasi tersebut," kata Salah satu perwakilan Solidaritas Advokat Makassar Hasbi Abdullah dalam rilisnya.

Ia juga mengutuk segala bentuk kriminalisasi terhadap seluruh gerakan rakyat  yang kritis berjuang demi terwujudnya keadilan dan demokratisasi.

Karena penggunaan hukum untuk membungkam orang-orang yang  pengeluarkan pendapatnya tidaklah tepat dan justru mencederai  amanat konstitusi dan reformasi.

Ia juga meminta Presiden Republik Indonesia agar menghimbau kepada seluruh pejabat  pembuat iebijakan tanpa terkecuali untuk tetap mengedepankan  pendekatan dialog.

Menggunakan cara cara yang bermartabat dan  demokratis dalam merespon setiap kritik warga negara.

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur: 

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved