CITIZEN REPORT

Mafindo Makassar Gagas Gerakan Bantu Saudara dan Tetangga

Gerbarata adalah sebuah gerakan yang dilakukan oleh relawan Mafindo dengan mengutamakan saudara dan tetangga masing-masing yang terdampak wabah corona

Dokumen Mafindo
Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Makassar menyerahkan bantuan sembako, Selasa (12/5/2020) 

Laporan: Muannas
Pengurus Mafindo Makassar
Melaporkan dari Kota Makassar

Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Makassar menggagas Gerakan Bantu Saudara dan Tetangga (Gerbarata) tanpa kerumunan. Penyaluran bantuan berupa sembako mulai didistribusikan Selasa (12/5).

Mafindo menilai, gerakan untuk membantu warga yang terdampak wabah corona dengan model tanpa kerumunan lebih efektif dan tepat sasaran.

Koordinator Wilayah Mafindo Makassar, Arnidah Kanata, mengatakan, gagasan Gerbarata lahir setelah mencermati munculnya berbagai keluhan masyarakat tentang pembagian sembako yang tidak merata.

Bahkan sejumlah warga mengaku, sama sekali belum menerima bantuan, meskipun warga terdampak corona dan berdomisili di wilayah PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar).

Selain itu, berdasarkan evaluasi pihaknya, pembagian sembako selama ini cenderung menciptakan kerumunan warga hingga berebut dan berdesak-desakan. Situasi ini tentu saja menimbulkan masalah baru, berkaitan dengan himbauan physical distancing (jaga jarak secara fisik).

Sportivitas Publik Bernabeu, 3 Pemain Barcelona Dapat Standing Ovation di Markas Real Madrid

Mike Tyson Ternyata Kagumi Khabib Nurmagomedov dan Ungkap ‘Dosa’ Masa Lalunya

“Ketika misalnya ada pembagian sembako di pinggir jalan atau di suatu tempat, maka pasti warga akan datang menyerbu sehingga otomatis tidak ada lagi physical distancing. Selain itu, sulit untuk melakukan verifikasi, siapa sebenarnya yang paling berhak menerima bantuan,” katanya.

Gerbarata adalah sebuah gerakan yang dilakukan oleh relawan Mafindo dengan mengutamakan saudara dan tetangga masing-masing yang terdampak wabah corona.

“Kita pasti tahu persis di lingkungan kita masing-masing, siapa-siapa yang benar-benar mengalami kesusahan. Nah, merekaah yang akan diberikan bantuan. Jadi kita tidak asal bagi di pinggir-pingir jalan, tetapi berbasis data yang akurat,” tambahnya.

Arnidah berharap, semangat gerakan ini bisa direplikasi oleh warga.

Halaman
12
Penulis: CitizenReporter
Editor: Jumadi Mappanganro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved