Tribun Palopo

Legislator Golkar Soroti Kepala BKSDM Palopo Bagikan Sembako Berlebel Partai Nasdem

FKJ membagikan paket sembako bantuan Ketua Nasdem Sulsel, Rusdi Masse (RMS), lengkap dengan label partai.

Penulis: Hamdan Soeharto | Editor: Sudirman
Ist
Kepala BKSDM Palopo, Farid Kasim Judas (FKJ) membagikan paket sembako bantuan Ketua Nasdem Sulsel, Rusdi Masse (RMS), lengkap dengan label partai, Senin (12/5/2020) 

TRIBUNPALOPO.COM, WARA - Legislator Golkar Kota Palopo, Baharman Supri menyoroti Kepala BKSDM Palopo, Farid Kasim Judas (FKJ).

FKJ membagikan paket sembako bantuan Ketua Nasdem Sulsel, Rusdi Masse (RMS), lengkap dengan label partai.

FKJ dengan seragam ASN turun membagikan paket ke masyarakat dari rumah ke rumah, Senin (11/5/2020) kemarin.

Menurut Baharman, harusnya FKJ, selaku pejabat eselon 2 memberi keteladanan kepada masyarakat, dalam menjalankan etika pemerintahan dan etika publik, atas keterlibatan dirinya membagi sembako politisi di Palopo.

Selain itu, pembagian sembako secara hirarki pemerintahan bukan tupoksinya BKSDM melainkan tupoksinya Dinas Sosial.

"Saya mengkritisi Kepala BKSDM karena berhubungan dengan tupoksi saya di komisi satu. Mari kita bangun negara dengan pemerintahan yang baik dan benar dengan mengukur paramemeter yang jelas," katanya, Selasa (12/5/2020).

Ketua KAHMI Palopo inu menambahkan, ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan ASN, karena menjadi sorotan publik dan menjadi diskursus di masyarakat.

Pertama, kehadiran FKJ sebagai pejabat Kepala BKSDM berseragam ASN ikut membagi sembako.

“Padahal dia sendiri tau, kalau praktek seperti itu melanggar aturan ASN, apalagi orang tuanya sebagai Walikota. Disetiap pidatonya, selalu berpesan agar dalam bekerja, selalu berdasarkan hukum atau peraturan yang ada,” tandasnya.

Lalu disaat masyarakat dilarang berkumpul, justru cara membaginya mengumpulkan masyarakat secara massal untuk dibagikan sembako.

“Mungkin butuh pencitran, tapi lagi-lagi bertentangan dengan surat edaran Kapolri. Jadi dengan model seperti inilah, yang dikhawatirkan banyak panganut teori demokrasi, pejuang demokrasi, tidak sedikit orang mau mencapai kekuasaan, menghalalkan segala cara,” ujar Baharman.

Sementara itu, FKJ mengajak untuk tidak nyinyir, semua pihak berfikir positif di tengah pandemi saat ini, apalagi di bulan suci Ramadhan.

Menurut FKJ, dari sisi aturan tidak ada yang salah dengan apa yang dilakukannya.

Pertama, tidak ada salahnya sebagai pemerintah memfasilitasi setiap dermawan yang ingin membagikan sembako kepada warga Kota Palopo.

Halaman
123
Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved